KPK Ingin Jokowi Tolak Revisi UU Bukan Menunda

Selasa, 23 Februari 2016 - 09:40 WIB
KPK Ingin Jokowi Tolak...
KPK Ingin Jokowi Tolak Revisi UU Bukan Menunda
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata bersuara keras tentang keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menunda revisi UU Nomor 30/2002 tentang KPK.

Alexander berharap Jokowi mengambil sikap menolak revisi UU tersebut. "Kan ditunda bisa satu, dua, tiga, empat, lima tahun, itu juga ditunda. Juga kalau (kalau ditunda bisa) dibahas 2020," tutur Alexander setelah bersama empat pimpinan lain mendampingi puluhan rombongan Komisi III DPR meninjau Gedung baru KPK, Jalan Kuningan Persada, Kavling 4, Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin 22 Februari 2016 sore.

Alex tidak mengerti apa alasan Presiden Jokowi menunda revisi bukan menolak revisi. Dia menuturkan, KPK tidak mengerti kapan batas waktu penundaan tersebut.

"Kan (Presiden) tidak mengatakan menunda sampai kapan. Kita enggak mengerti sampai kapannya. Bisa dua, lima, (atau) 10 tahun ya, harapan kami sesuai harapan kami juga," tutur Alex.

Mantan hakim adhoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta ini berpandangan harusnya Presiden Jokowi melihat suara masyarakat. Sebab, selama ini masyarakat menyuarakan penolakan terhadap revisi UU KPK, bukan penundaan.

"Ya kalau harapan masyarakat seperti itu, saya kira nanti juga (KPK ikut)," ucapnya.

Menurut Alexander, revisi UU KPK bisa dilakukan pemerintah dan DPR kalau indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia sudah bagus, meningkat, dan sejajar dengan negara di kawasan Asia Tenggara. Misalnya yang menjadi patokannya adalah Malaysia.

"Baru oke lah kita bicara revisi," ucapnya.

Alexander menggariskan, keputusan Jokowi menunda revisi bukan karena ada kesepakatan antara Jokowi dan KPK untuk mengamankan kasus.

"Pak Jokowi support 1.000% apa yang dikerjakan KPK, tidak ada deal. Tidak ada sama sekali kita bikin deal. Kita menangani kasus tergantung penyidikan," ujarnya.

Alexander membenarkan, sebelum Jokowi mengambil keputusan, pimpinan KPK lebih dulu bertemu dan diskusi dengan Presiden di Istana Negara, Senin siang.

Dalam pertemuan dengan Presiden, kata Alexander, pimpinan KPK memberikan masukan sesuai kesepakatan pemerintah dengan pimpinan KPK sebelumnya dibawa pelaksana tugas ketua KPK Taufiequrachman Ruki.

Masukannya antara lain penyadapan KPK sudah sesuai prosedur, sudah diaudit, dan sesuai dengan ketentuan UU KPK sendiri. Masalah SP3 nanti dilihat terkait dengan kondisi tertentu tersangka seperti sakit berat dan meninggal bisa.

Menurut dia, SP3 bisa dilakukan dengan meminta penetapan hakim atau pada saat penuntutan kita bisa limpahkan ke kejaksaan untuk mengeluarkan SP3."Masih ada cara untuk mengeluarkan SP3 tapi tidak oleh KPK," ucapnya.


PILIHAN:

Partai yang Ngotot Revisi UU KPK Akan Ditinggal Rakyat
(dam)
Berita Terkait
Terima Banyak Komplain,...
Terima Banyak Komplain, Komisi III DPR Usul Dewas Ajukan Revisi RUU KPK
Lengkap! Kronologi UU...
Lengkap! Kronologi UU No 19 Tahun 2019 tentang KPK hingga Pernyataan Terbaru Jokowi yang Picu Polemik
Pimpinan DPR Ungkap...
Pimpinan DPR Ungkap Tak Ada Usulan Bahas Revisi UU KPK
DPR Sahkan Revisi UU...
DPR Sahkan Revisi UU PPP
Aksi Tuntut Revisi UU...
Aksi Tuntut Revisi UU ITE
UU ASN Disahkan, Begini...
UU ASN Disahkan, Begini Nasib 2,3 Juta Pegawai Honorer
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved