PPP Jangan Ikut Permainan Pemerintah

Jum'at, 19 Februari 2016 - 00:58 WIB
PPP Jangan Ikut Permainan...
PPP Jangan Ikut Permainan Pemerintah
A A A
JAKARTA - PPP disarankan mengedepankan penyelesaian konflik partai secara internal, dan tidak mengikuti permainan pemerintah. Karena sudah menjadi rahasia umum perpecahan PPP akibat faktor eksternal, yakni pemerintah.

Saran itu dikemukakan Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Konstituen Indonesia Yusuf Warsin. Menurutnya PPP harus berkaca dari konflik kepengurusan Partai Golkar. Yakni, Menkumham memperpanjang kepengurusan Golkar hasil Munas Riau dengan tujuan agar dualisme di partai pohon beringin ini berakhir di Munas luar biasa.

"Begitu juga PPP. Jangan berharap pada negara tetapi internal. Perpecahan dari internal, tapi ada campur tangan pemerintah," ujar Yusuf Warsin, Kamis (18/2/2016).

Menurut Yusuf, pemerintah saat ini tidak memerlukan kekuatan PPP lagi, karena PPP partai yang relatif kecil di parlemen. Namun adanya campur tangan pemerintah terhadap PPP merupakan rencana jangka panjang. Seperti Pilkada serentak 2017 dan Pemilu 2019 di mana PPP bisa tidak ikut serta. "Banyak kerugian yang dialami PPP kalau tidak bisa selesaikan konfliknya," ungkapnya.

Karena itu, Yusuf meminta agar PPP jangan terjebak oleh masalah politik dan hukum yang tidak dapat menyelesaikan konflik. Seperti PPP hasil Muktamar Jakarta yang ingin menggugat keputusan Menkumham memberlakukan kembali kepengurusan PPP hasil Muktamar Bandung.

"Jangan terjebak politik hukum dari rezim pemerintah, sudah ada regulasi yang mengatur parpol. Apa yang terjadi di PPP yang senior, tidak boleh tidak ada. Harusnya PPP jadi soko guru demokrasi di Indonesia, rumah besar umat Islam," harap Yusuf.
(hyk)
Berita Terkait
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Jelang Muktamar, PPP...
Jelang Muktamar, PPP Buka Peluang Munculnya Figur Baru
Nama RTQ Tak Masuk Struktur...
Nama RTQ Tak Masuk Struktur Pimpinan Usulan Formatur DPC PPP Makassar
7 Fraksi PPP di Parlemen...
7 Fraksi PPP di Parlemen se-Sulsel Dapat Hak Suara di Muktamar IX
Berita Terkini
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved