Waligereja Indonesia Tegaskan Tolak LGBT

Kamis, 18 Februari 2016 - 17:46 WIB
Waligereja Indonesia...
Waligereja Indonesia Tegaskan Tolak LGBT
A A A
JAKARTA - Sekretaris Eksekutif Komisi Keadilan dan Perdamaian Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Romo PC Siswantoko menyatakan penolakannya terhadap lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).

Menurut Romo Siswantoko, LGBT bertentangan dengan prinsip agama. Dia juga menyebutkan bahwa kelompok dari LGBT ini melakukan berbagai aktivitas yang bertentangan dengan agama Katolik.

"Kelompok ini melakukan aktivitas bertentangan dengan agama katolik, misalnya pernikahan sejenis karena di agama kami, perkawinan itu adalah seorang laki-laki dan seorang perempuan yang bertujuan untuk memiliki keturunan, sedangkan pernikahan sesama jenis ini tidak memenuhi syarat itu," kata Romo Siswantoko, di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta Pusat, Kamis (18/2/2016).

Romo menyampaikan, para pelaku LGBT pantas untuk diberikan suatu perlindungan dari tindakan kekerasan dan disembuhkan atau direhabilitasi.

"Kami memandang dua hal pertama sebagai pribadi gereja Katolik agar mereka yang LGBT ini sungguh dilindungi karena meraka juga adalah WNI, punya hak yang sama dengan siapapun juga. Yang kedua, perilaku ini yang ditolak oleh gereja Katolik," ungkapnya.

"Pernikahan sejenis ini tidak memenuhi syarat, karena yang namanya sejenis ya berarti tidak akan mungkin memiliki keturunan. Sedangkan tujuan dari adanya sebuah pernikahan itu sendiri yaitu memiliki keturunan," imbuhnya.

Romo menambahkan, KWI akan sangat menentang keras serta meminta LGBT jangan dibuat menjadi legal kepada seluruh pihak terutama pemerintah.

"Kita akan menentang jika mereka menuntut minta dilegalisasi, karena ini sangat tidak sesuai. Enggak mungkin juga negara Indonesia menerima ini sebagai fenomena yang diformalkan," tuturnya.

"Kami berharap pada pemerintah bijaksana dan arif dalam memandang masalah ini. Jangan sampai ada yang tersudutkan apalagi terasingkan dalam hal ini. Jangan sampai ada istilah main hakim sendiri dan termakan oleh provokasi," tandasnya.

Pilihan:

PDIP Tak Khawatir Ditinggal Rakyat karena Dukung Revisi UU KPK
(maf)
Berita Terkait
MUI Larang Masyarakat...
MUI Larang Masyarakat Promosikan LGBT di Semua Media
Cegah Berkembang di...
Cegah Berkembang di Garut, Perbup Anti LGBT Diterbitkan Pemkab
Aksi Warga Bogor Tolak...
Aksi Warga Bogor Tolak LGBT
Pawai LGBT di New York...
Pawai LGBT di New York City Dibubarkan Polisi
Siapa Transgender Pertama...
Siapa Transgender Pertama di Dunia? Ini Sosoknya
Rusia Resmi Tetapkan...
Rusia Resmi Tetapkan Gerakan LGBT Sebagai Kelompok Ekstremis
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved