Setelah Demokrat, PKS Tolak Lanjutkan Revisi UU KPK

Jum'at, 12 Februari 2016 - 10:50 WIB
Setelah Demokrat, PKS...
Setelah Demokrat, PKS Tolak Lanjutkan Revisi UU KPK
A A A
JAKARTA - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya menolak revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini mengatakan, hasil keputusan rapat pleno Fraksi PKS pada Kamis 11 Februari 2016 menyatakan menolak melanjutkan pembahasan terkait revisi UU KPK jika tujuannya melemahkan KPK.

"Kecuali pembahasan dilakukan untuk menguatkan KPK agar dengan penguatan tersebut lembaga ini lebih berani menindak dan mengungkap kasus-kasus besar. Jangan cuma kasus-kasus kecil yang kelas-kelas teri," ujar Jazuli saat dikonfirmasi, Jumat (12/2/2016).

Pemerintah, kata dia, harus kompak dan konsisten untuk membahas revisi UU KPK bersama-sama dengan DPR. Fraksi PKS tidak mau jika nantinya publik menilai DPR dan pemerintah berbeda pendapat.

"Jangan sampai terkesan centang perenang antara Menteri Hukum dan HAM dan Istana serta lingkaranya seakan ada tidak kompakan diantara mereka," tegas Jazuli.

Menurut dia, apabila revisi UU KPK tetap dilanjutkan, DPR harus secara intens berkomunikasi dengan KPK dalam pembahasannya. Kalau tidak, Fraksi PKS akan menolak revisi UU KPK. "Melibatkan KPK untuk memberikan masukan-masukan yang substansial," tandas Jazuli.

Sembilan fraksi di DPR pada rapat Badan Legislasi (Baleg) pada 10 Februari 2016 memutuskan agar revisi UU KPK dilanjutkan ke tahap selanjutnya yakni menjadi inisiatif DPR untuk dibahas dalam rapat paripurna. Saat itu hanya fraksi Partai Gerindra yang menolak.

Namun belakangan, Partai Demokrat juga menyatakan menolak. Ruhut Sitompul sebagai Juru Bicara partai berlambang mercy itu menyampaikan ketua umumnya, yakni Susilo Bambang Yudhoyono mengintruksikan kadernya untuk menolak revisi UU KPK jika sifatnya melemahkan lembaga anti rasuah itu.

PILIHAN:


Rapat Revisi UU KPK Ditunda, Ruhut Terima Kasih ke Bareskrim
(dam)
Berita Terkait
Terima Banyak Komplain,...
Terima Banyak Komplain, Komisi III DPR Usul Dewas Ajukan Revisi RUU KPK
Lengkap! Kronologi UU...
Lengkap! Kronologi UU No 19 Tahun 2019 tentang KPK hingga Pernyataan Terbaru Jokowi yang Picu Polemik
Pimpinan DPR Ungkap...
Pimpinan DPR Ungkap Tak Ada Usulan Bahas Revisi UU KPK
DPR Sahkan Revisi UU...
DPR Sahkan Revisi UU PPP
Aksi Tuntut Revisi UU...
Aksi Tuntut Revisi UU ITE
UU ASN Disahkan, Begini...
UU ASN Disahkan, Begini Nasib 2,3 Juta Pegawai Honorer
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved