Dubes AS Puji Peran NU dan Muhammadiyah Tangkal Radikalisme
Selasa, 09 Februari 2016 - 22:10 WIB
Dubes AS Puji Peran NU dan Muhammadiyah Tangkal Radikalisme
A
A
A
DEPOK - Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O Blake Jr mengakui dampak kemajuan teknologi menyebabkan efek negatif salah satunya adalah penyebaran paham radikalisme dan terorisme. Dia mengapresiasi pemerintah Indonesia yang banyak memblokir situs–situs radikal terkait terorisme dan ISIS.
“Internet punya banyak keuntungan, tapi kelompok pemberontak atau teroris juga mengambil keuntungan. Banyak dampak negatif, seperti salah satunya lewat sosial media banyak akun Twitter dari kelompok pemberontak,” ujarnya dalam kuliah umum bertajuk “Innovation and The Digital Economy” di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI) Depok, Selasa (9/2/2016).
Secara sadar, lanjut Blake, kelompok teror menggunakan itu untuk mempromosikan propaganda mereka. Karena itu, dia memuji langkah pemerintah Indonesia serta organisasi agama di Indonesia yang bersama-sama menangkal isu radikalisme.
“Banyak program di Google. Juga banyak program seperti Youtube, dimana pesantren ikut aktif efektif tangkal pesan radikal. Agar mereka (kelompok teror) tahu anak-anak muda melawan itu, melawan ISIS,” tegasnya.
Robert menyebut peran organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) menjadi tonggak menangkal radikalisme. “NU Muhammadiyah sangat aktif menangkal isu ini, sangat efektif. Di seluruh dunia,” katanya.
Dia juga memuji langkah pemerintah dan DPR yang memperketat perjalanan warga Indonesia ke luar negeri untuk bergabung dengan kelompok ISIS.
“Teroris sangat profesional. Banyak support oleh DPR dan pemerintah dimana izin dipersulit dan akses dipersulit ke luar negeri, membuat lebih sulit untuk ikut join ke Suriah. Dari Soekarno Hatta ke Turki, lebih dipersulit,” tandasnya.
PILIHAN:
1.003 Masyarakat Jabar Jadi Korban Website CPNS Palsu
Luhut Nilai Campur Tangan Jokowi di Kasus Novel Keputusan Arif
“Internet punya banyak keuntungan, tapi kelompok pemberontak atau teroris juga mengambil keuntungan. Banyak dampak negatif, seperti salah satunya lewat sosial media banyak akun Twitter dari kelompok pemberontak,” ujarnya dalam kuliah umum bertajuk “Innovation and The Digital Economy” di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI) Depok, Selasa (9/2/2016).
Secara sadar, lanjut Blake, kelompok teror menggunakan itu untuk mempromosikan propaganda mereka. Karena itu, dia memuji langkah pemerintah Indonesia serta organisasi agama di Indonesia yang bersama-sama menangkal isu radikalisme.
“Banyak program di Google. Juga banyak program seperti Youtube, dimana pesantren ikut aktif efektif tangkal pesan radikal. Agar mereka (kelompok teror) tahu anak-anak muda melawan itu, melawan ISIS,” tegasnya.
Robert menyebut peran organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) menjadi tonggak menangkal radikalisme. “NU Muhammadiyah sangat aktif menangkal isu ini, sangat efektif. Di seluruh dunia,” katanya.
Dia juga memuji langkah pemerintah dan DPR yang memperketat perjalanan warga Indonesia ke luar negeri untuk bergabung dengan kelompok ISIS.
“Teroris sangat profesional. Banyak support oleh DPR dan pemerintah dimana izin dipersulit dan akses dipersulit ke luar negeri, membuat lebih sulit untuk ikut join ke Suriah. Dari Soekarno Hatta ke Turki, lebih dipersulit,” tandasnya.
PILIHAN:
1.003 Masyarakat Jabar Jadi Korban Website CPNS Palsu
Luhut Nilai Campur Tangan Jokowi di Kasus Novel Keputusan Arif
(kri)