Gerindra Akui Butuh Konsistensi Jadi Oposisi
Jum'at, 05 Februari 2016 - 09:16 WIB
Gerindra Akui Butuh Konsistensi Jadi Oposisi
A
A
A
JAKARTA - Menjelang ulang tahun ke-8 pada 6 Februari 2016, Partai Gerindra kembali menegaskan posisinya sebagai partai oposisi pemerintah.
Merapatnya sejumlah partai politik anggota Koalisi Merah Putih (KMP) kepada pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), partai yang dipimpin oleh Prabowo Subianto tetap mengukuhkan dirinya sebagai partai di luar pemerintah.
Sekretaris Jenderal DPP DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengakui secara de facto KMP sudah selesai.
"Bagi Gerindra tidak akan meruntuhkan posisi Gerindra sebagai partai oposisi," tegas Muzani kepada wartawan usai syukuran jelang Ultah Partai Gerindra ke-8 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis 5 Februari 2016.
Menurut Muzani, sebaik apapun kinerja pemerintah, oposisi diperlukan untuk melakukan pengawasan.
Kendati demikian, Muzani mengaku Gerindra akan kalah apabila pengambilan keputusan di DPR dilakukan secara voting maka Gerindra akan kalah.
"Kami tidak ingin perdebatan berujung voting, tapi lebih ke perdebatan yang substantif," tuturnya.
Muzani juga mengaku Gerindra sama sekali tidak menginginkan menjadi partai pendukung pemerintahan. Dia bersyukur Gerindra belum pernah menjadi partai pemenang pemilu dan belum duduk di pemerintahan.
Dengan jumlah anggota DPR periode sebelumnya 26 orang dan kini 73 orang, kata dia, Gerindra tetap sama posisinya tapi lebih kuat, lebih segar, dan tentunya lebih rukun.
"Kami menjadi dekat di hati rakyat, kami menjadi oposisi merasa perjuangan rakyat mesti diwadahi, menjadi mata telinga politik rakyat," ucapnya.
Namun demikian, Muzani mengatakan butuh konsistensi dan kegigihan dalam menjalankan perjuangan di luar pemerintahan.
Dia juga menegaskan Gerindra tetap melakukan komunikasi dengan parpol lain. "Ini cara baik dalam berdemokrasi. Kita punya positioning politik kita tidak boleh berbeda dalam personal," katanya.
PILIHAN:
Islah, PPP Akan Gelar Silatnas
Merapatnya sejumlah partai politik anggota Koalisi Merah Putih (KMP) kepada pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), partai yang dipimpin oleh Prabowo Subianto tetap mengukuhkan dirinya sebagai partai di luar pemerintah.
Sekretaris Jenderal DPP DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengakui secara de facto KMP sudah selesai.
"Bagi Gerindra tidak akan meruntuhkan posisi Gerindra sebagai partai oposisi," tegas Muzani kepada wartawan usai syukuran jelang Ultah Partai Gerindra ke-8 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis 5 Februari 2016.
Menurut Muzani, sebaik apapun kinerja pemerintah, oposisi diperlukan untuk melakukan pengawasan.
Kendati demikian, Muzani mengaku Gerindra akan kalah apabila pengambilan keputusan di DPR dilakukan secara voting maka Gerindra akan kalah.
"Kami tidak ingin perdebatan berujung voting, tapi lebih ke perdebatan yang substantif," tuturnya.
Muzani juga mengaku Gerindra sama sekali tidak menginginkan menjadi partai pendukung pemerintahan. Dia bersyukur Gerindra belum pernah menjadi partai pemenang pemilu dan belum duduk di pemerintahan.
Dengan jumlah anggota DPR periode sebelumnya 26 orang dan kini 73 orang, kata dia, Gerindra tetap sama posisinya tapi lebih kuat, lebih segar, dan tentunya lebih rukun.
"Kami menjadi dekat di hati rakyat, kami menjadi oposisi merasa perjuangan rakyat mesti diwadahi, menjadi mata telinga politik rakyat," ucapnya.
Namun demikian, Muzani mengatakan butuh konsistensi dan kegigihan dalam menjalankan perjuangan di luar pemerintahan.
Dia juga menegaskan Gerindra tetap melakukan komunikasi dengan parpol lain. "Ini cara baik dalam berdemokrasi. Kita punya positioning politik kita tidak boleh berbeda dalam personal," katanya.
PILIHAN:
Islah, PPP Akan Gelar Silatnas
(dam)