Wacana Revisi Aturan Muncul Jelang Munaslub Golkar

Rabu, 03 Februari 2016 - 12:44 WIB
Wacana Revisi Aturan...
Wacana Revisi Aturan Muncul Jelang Munaslub Golkar
A A A
JAKARTA - Partai Golkar berencana untuk menggelar Musyawarah Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Perhelatan yang paling lambat digelar Juni mendatang itu untuk memilih calon pemimpin baru Golkar.

Menjelang Munaslub, muncul usulan untuk merevisi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) yakni terkait penurunan ambang batas dukungan DPD tingkat I dan II.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar hasil Munas Bali, Fadel Muhammad mengatakan, penurunan ambang batas dukungan DPD I dan II agar banyak personal atau kader yang memiliki potensi dapat masuk dalam bursa calon ketua umum.

"Di Munas Bali harus didukung 30 %, itu terlalu berat. Saya juga ketua penyelenggara munas di Riau, harus kita longgarkan. Apa 5% cukup, maksimum 10%," katanya di Gedung DPR, Rabu (3/2/2016).

Menurut dia, ambang batas dukungan DPD 10% hal yang ideal dalam pendaftaran bursa calon ketua umum (caketum pada munaslub nanti.

Dia mengungkapkan saat ini sudah muncul spekulasi nama-nama yang akan maju dalam bursa tersebut, namun dia enggan untuk menyebutkan nama.

"Kalau 30% itu susah. Kita sudah punya satu calon. Siapa itu ya nanti saja," jelasnya.

Dia juga mengatakan akan segera menggelar pertemuan pengurus Munas Riau untuk membicarakan kepanitiaan, waktu penyelenggaraan dan tempat penyelenggaraan munaslub

"Dua hari ke depan kita mau rapat. Keduanya (kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono) diundang," tuturnya.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar hasil Munas Ancol Zanudin Amali menegaskan tidak masalah ambang batas diubah asalkan Munaslub berjalan secara demokratis.

Menurutnya, pelaksanaan di bawah kepengurusan Riau sudah baik dalam menjaga netralitas netralitas karena Munas Riau itu terdiri dari Bali dan Jakarta.
Namun dalam bursa caketum nanti mestinya muncul ketua yang bisa diterima kedua belah pihak.

"Karena kalau mencari yang tidak blok tidak mungkin, karena di Riau inilah masuk (kubu) Jakarta dan bali. Artinya begitu dilempar di Bali itu di terima, di lempar ke Jakarta pun diterima darimanapun asalnya," ucapnya kemarin.


PILIHAN:

Soal Perlindungan Anak, Ini Tiga Usul Komnas PA ke Jokowi
(dam)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
Kolaborasi Generasi...
Kolaborasi Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
KPK: OTT di BPK Terkait...
KPK: OTT di BPK Terkait Temuan Pengadaan Smart TV di Muara Enim
PTPN III Gandeng KPK...
PTPN III Gandeng KPK Bangun Integritas dan Cegah Korupsi
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
Hakim Ingatkan Tersangka...
Hakim Ingatkan Tersangka Bea Cukai Tak Berdusta: Di Akhirat Nanti Masuk Neraka
Infografis
Membaca Kode Keras dalam...
Membaca Kode Keras dalam 15 Beat yang Muncul saat Kerusuhan Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved