Masinton Pasaribu Bantah Pukul Staf Ahli DPR

Minggu, 31 Januari 2016 - 05:47 WIB
Masinton Pasaribu Bantah...
Masinton Pasaribu Bantah Pukul Staf Ahli DPR
A A A
JAKARTA - Anggota DPR dari Fraksi PDIP Masinton Pasaribu dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) karena dituduh telah memukul seorang tenaga ahli anggota DPR RI, Dita Aditia Ismawati (27). Namun, Masinton membantahnya.

"Kalau dibilang saya mukul, enggak benar banget itu," bantah Masinton saat dihubungi, Sabtu (30/1/2016).

Menurut Masinton, dirinya hanya menjemput Dita yang kala itu dalam kondisi mabuk berat di sebuah kafe di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, 21 Januari 2016.

"Jadi waktu itu 21 Januari 2016 sekitar pukul 11.00 WIB, saya, sopir, dan staf ahli baru pulang dari sebuah acara. Staf ahli saya ditelepon Dita, dia minta dijemput di Cikini, lagi mabuk berat. Karena sudah malam, saya anterin aja," jelas Masinton.

Setelah sampai di tempat tersebut, Masinton menyuruh sopirnya menjemput Dita yang ada di dalam. Saat dijemput ke dalam, lanjut Masinton, Dita sudah berada dalam kondisi mabuk berat dan sempoyongan sehingga harus dipapah menuju mobil menuju Kantor DPP Partai Nasdem karena mobil Dita berada di sana.

"Sopirku yang ke dalam, dia kenal aspriku. Datang jalan sempoyongan dipapah. Terus dia duduk depan. Sopirku duduk di sampingku, dan TA (Tenaga Ahli) ku bawa mobilku. Jemput mobil dia di Kantor Nasdem. Sopirku ngambil mobilnya," beber Masinton.

Di dalam mobil, kata Masinton, Dita berteriak histeris hingga akhirnya di Jalan Otista, Jakarta Timur, perempuan tersebut menarik setir kemudi hingga akhirnya mobil oleng ke kiri.

"Di mobil udah histeris, namanya mabok, gua diam aja lah. Sudah mabok, terus kemudian di Jalan Matraman kan muntah, sekitaran Jalan Otista mobil oleng ke kiri, setir ditarik sama dia, ngerem mendadak, tangannya ditepis terpental kena wajahnya. Dia turun teriak-teriak, di MTH Square dia turun," kata Masinton.

Ditawari berobat, Dita tidak mau. "Enggak ada apa-apa, enggak ada darah apa-apa," tambahnya.

Masinton merasa bingung dirinya dilaporkan ke Bareskrim. Ia menduga pelaporan ini bersifat politis dan ada pihak yang membunuh karakternya.

"Ini berarti kita udah tahu kan motifnya politis. Aku dituduh mukul dia, ini pembunuhan karakter. Tanggal 21 sudah mau sepuluh hari, terus dia enggak masuk kirain pemulihan. Enggak ada apa-apa, kok tiba-tiba aja (lapor)."

Anggota Komisi III DPR ini pun belum akan melakukan langkah selanjutnya. "Aku tunggu saja apa yang harus dilakukan."
(zik)
Berita Terkait
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Lewat Sebuah Buku, Desmond...
Lewat Sebuah Buku, Desmond Mahesa Ungkap Seluk-Beluk tentang DPR
Sidang Pertama DPR 2020-2021...
Sidang Pertama DPR 2020-2021 Dihadiri 98 Anggota Secara Fisik, 231 Virtual
DPR Batasi Tamu yang...
DPR Batasi Tamu yang Masuk ke Kompleks Senayan
Berita Terkini
Franka Franklin Bicara...
Franka Franklin Bicara tentang Integritas Nadiem
Ini 12 Lokasi Digeledah...
Ini 12 Lokasi Digeledah Polisi Terkait Kasus Korupsi Batu Bara hingga Asabri
Ketua MPR Ungkap Ada...
Ketua MPR Ungkap Ada Ulama Ikut ke Iran: Saya Belum Tahu Namanya
AHY Siap Safari Politik:...
AHY Siap Safari Politik: Demokrat Ingin Bersahabat dengan Semuanya
Gandeng BPJPH, Partai...
Gandeng BPJPH, Partai Perindo Dorong UMKM Binaan Naik Kelas melalui Sertifikasi Halal
Polisi Sita Uang Hampir...
Polisi Sita Uang Hampir Rp60 M dari Kafe di Cipete
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025 (Selasa 16 Desember, Pukul 07.00 WIB)
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved