Respons Yenny Wahid Terkait Eks Gafatar

Minggu, 24 Januari 2016 - 19:14 WIB
Respons Yenny Wahid...
Respons Yenny Wahid Terkait Eks Gafatar
A A A
JAKARTA - Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) merupakan metamorfosis dari Milah Abraham yang tadinya gerakan Al Qiyadah Islamiyah yang dipimpin Ahmad Moshaddeq.

Gafatar dikatakan sesat karena ada indikasi menyimpang dari ajaran agama Islam, seperti tidak perlu salat lima waktu, tidak melaksanakan puasa Ramadan, dan tidak perlu pergi haji.

"Kalau ada pendapat mereka sesat maka orang-orang yang merasa mereka sesat harusnya memperlakukan mereka dengan baik," kata Yenny di daerah Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (24/1/2016).

"Mengingatkan mereka (eks Gafatar) dengan baik-baik, karena ajaran agama selalu mengajarkan kita semua untuk mengingatkan orang yang sesat dengan jalan yang baik bukan dengan jalan intimidasi," imbuhnya.

Menurut Yenny, pemulangan eks Gafatar ke daerah masing-masing secara paksa merupakan langkah yang tidak tepat karena eks Gafatar merasa terancam secara fisik.

Diakuinya, dalam kondisi darurat seperti saat ini harusnya mantan eks Gafatar diamankan terlebih dahulu, setelah merasa aman baru mencari solusi terbaik tanpa ada pemaksaan.

"Kalau sudah merasa aman maka harus ditanya maunya gimana Gafatar ini. Apakah kembali ke kampung halamannya atau mau menetap di tanah yang mereka beli," ucapnya.

"Ini kan tanah yang mereka beli dengan uang mereka sendiri, kalau sudah dibeli dengan tanah mereka sendiri, mereka berhak untuk tinggal di sana," tutur pemilik nama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid ini.

Yenny menambahkan, supaya tidak terjadi perbedaan antara pemerintah dan masyarakat sekitar perlu ada upaya dialog. Tidak bisa hanya sekadar mengeluarkan isu dan fatwa sesat.

"Sementara persoalan belum selesai dan yang terjadi adalah hanya intimidasi dan bullying terhadap eks Gafatar. Apakah keyakinannya akan berubah? Saya yakin enggak akan berubah kalau pendekatannya masih seperti itu," tandas Yenny.

Pilihan:

Merapat ke Jokowi, Ical Tegaskan Golkar Berkawan dengan KMP
(maf)
Berita Terkait
Gerakan Changemakers...
Gerakan Changemakers Nusantara YABB Jaring Ribuan Pembawa Perubahan
Aktivis Muda NU Deklarasikan...
Aktivis Muda NU Deklarasikan Gerakan Pemuda Moderat Nusantara
Rampai Nusantara: Gerakan...
Rampai Nusantara: Gerakan Mahasiswa Jangan Sampai Ditunggangi Kepentingan Politik
Temui Anies Baswedan,...
Temui Anies Baswedan, Gerakan Nusantara Deklarasikan Dukungan untuk Amin
Gandeng BEM Nusantara,...
Gandeng BEM Nusantara, Gerakan Berbagi Salurkan Bantuan untuk Warga Warakas
Nuon dan Playup Luncurkan...
Nuon dan Playup Luncurkan Gerakan Harmoni Nusantara, Majukan Musisi Lokal
Berita Terkini
Polisi Tetapkan 3 Mantan...
Polisi Tetapkan 3 Mantan Pejabat Pertamina Niaga dan Samin Tan Tersangka Jual Beli BBM
OTT di Kuansing, KPK...
OTT di Kuansing, KPK Minta Bupati dan Sekda Menyerahkan Diri
PDIP Nonaktifkan Anggota...
PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Imbas Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Pakar: Putusan Nadiem...
Pakar: Putusan Nadiem Makarim Buktikan Hukum Tidak Tebang Pilih
Survei Puspoll Indonesia:...
Survei Puspoll Indonesia: Lebih dari 80 Persen Masyarakat Dukung Pilkada Langsung
Polri Kini Punya 54...
Polri Kini Punya 54 Jenderal Baru pada 2026 usai Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat
Infografis
Respons Donald Trump...
Respons Donald Trump usai Gambarnya sebagai Paus Viral
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved