Langkah Yusril Bela Ongen Dapat Banyak Dukungan
Rabu, 20 Januari 2016 - 12:02 WIB
Langkah Yusril Bela Ongen Dapat Banyak Dukungan
A
A
A
JAKARTA - Dunia maya khususnya Twitter digemparkan dengan dua sosok yaitu Yusril Ihza Mahendra dan Yulian Paonganan atau yang akrab disapa Ongen.
Tentu menjadi pertanyaan, kenapa dua sosok nama itu tiba-tiba naik daun? Dan para pengguna twitter tidak henti-hentinyaa terus memberikan dukungan kepada sosok Ongen.
Ongen adalah orang yang pertama ditangkap rezim Joko Widodo (Jokowi) karena kritik kerasnya di twitter. Anehnya, penangkapan dan penggunaan pasal ini dinilai janggal. Sehingga Yusril sebagai pakar hukum masuk menjadi pengacaranya.
Setelah resmi bersama Ongen, para netizen pun terus memberikan dukungan salah satunya dengan hashtag yang sempat menempati urutan pertama trending topik Indonesia #SupportYusrilBelaOngen dan #YusrilOngenForDemocracy.
Hashtag ini adalah bentuk perlawanan warga twitter atas penangkapan Ongen oleh rezim Jokowi. Sampai saat ini, hashtag itu pun mampu bertahan di urutan pertama.
Pakar hukum tata negara dan hak asasi manusia (HAM) Universitas Brawijaya (Unbraw) Malang, Masyhur Effendi menilai, penangkapan Ongen terkait kasus penyebaran konten pornografi dalam akun Twitter @ypaonganan bernuansa politis.
"Penangkapan itu terlalu berlebihan dan sangat dominan bernuansa politis," terang Masyhur, Rabu (20/1/2016).
Dia menilai, peryataan Ongen dalam ciutan Twitternya merupakan ekspresi keprihatinnya terhadap kondisi negara saat ini. Penyampaian ekspresi itu merupakan bagian dari dari HAM yang harus dijamin oleh negara, termasuk kebebasan berbicara, berpikir, berpolitik, dan lain sebagainya.
“Kasus Ongen ini merupakan bagian dari kebebasan berekspresi,” katanya.
Mansyur mengatakan, kasus ini harus menjadi pembelajaran bersama, jangan karena mengungkapakan yang berlawanan kemudian dicurigai dan dijerat pasal yang aneh.
"Harusnya penegak hukum tidak sekadar melakukan penegakan hukum, harus ada aspek keadilan di dalamnya. Jangan kemudian baru seakan-akan langsung ditangkap," tegasnya.
Pilihan:
2 Aktor Skandal Freeport Mundur, Sekarang Giliran Sudirman Said
Tentu menjadi pertanyaan, kenapa dua sosok nama itu tiba-tiba naik daun? Dan para pengguna twitter tidak henti-hentinyaa terus memberikan dukungan kepada sosok Ongen.
Ongen adalah orang yang pertama ditangkap rezim Joko Widodo (Jokowi) karena kritik kerasnya di twitter. Anehnya, penangkapan dan penggunaan pasal ini dinilai janggal. Sehingga Yusril sebagai pakar hukum masuk menjadi pengacaranya.
Setelah resmi bersama Ongen, para netizen pun terus memberikan dukungan salah satunya dengan hashtag yang sempat menempati urutan pertama trending topik Indonesia #SupportYusrilBelaOngen dan #YusrilOngenForDemocracy.
Hashtag ini adalah bentuk perlawanan warga twitter atas penangkapan Ongen oleh rezim Jokowi. Sampai saat ini, hashtag itu pun mampu bertahan di urutan pertama.
Pakar hukum tata negara dan hak asasi manusia (HAM) Universitas Brawijaya (Unbraw) Malang, Masyhur Effendi menilai, penangkapan Ongen terkait kasus penyebaran konten pornografi dalam akun Twitter @ypaonganan bernuansa politis.
"Penangkapan itu terlalu berlebihan dan sangat dominan bernuansa politis," terang Masyhur, Rabu (20/1/2016).
Dia menilai, peryataan Ongen dalam ciutan Twitternya merupakan ekspresi keprihatinnya terhadap kondisi negara saat ini. Penyampaian ekspresi itu merupakan bagian dari dari HAM yang harus dijamin oleh negara, termasuk kebebasan berbicara, berpikir, berpolitik, dan lain sebagainya.
“Kasus Ongen ini merupakan bagian dari kebebasan berekspresi,” katanya.
Mansyur mengatakan, kasus ini harus menjadi pembelajaran bersama, jangan karena mengungkapakan yang berlawanan kemudian dicurigai dan dijerat pasal yang aneh.
"Harusnya penegak hukum tidak sekadar melakukan penegakan hukum, harus ada aspek keadilan di dalamnya. Jangan kemudian baru seakan-akan langsung ditangkap," tegasnya.
Pilihan:
2 Aktor Skandal Freeport Mundur, Sekarang Giliran Sudirman Said
(maf)