PPATK Temukan Beragam Modus Aliran Dana Jaringan Teroris

Senin, 18 Januari 2016 - 18:02 WIB
PPATK Temukan Beragam...
PPATK Temukan Beragam Modus Aliran Dana Jaringan Teroris
A A A
JAKARTA - Aliran dana jaringan teroris terus dipantau. Modusnya beragam, bahkan jumlah nominalnya cukup fantastis. Transaksi aliran dana mencurigakan itu dipantau PPATK sejak Juni 2015 hingga belakangan ini.

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) M.Yusuf‎ mengungkapkan, ada oknum di luar negeri bagian selatan mentransfer uang ke rekening yang ada di Indonesia. Namun, tidak diketahui, siapa yang memegang rekening tersebut.

Oknum itu juga mengirim atau mentransfer uang kepada ‎istrinya di Indonesia. "Dan di antara uang itu, ada yang dikirim ke yayasan. Nah konteks yayasan itu kita enggak clear, apakah sedekah atau bantuan," ujar Yusuf di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/1/2016).

Dia menjelaskan, uang kemudian dikirim kepada oknum yang berangkat ke daerah konflik.‎ Dia menduga, uang yang dikirim dari yayasan ke oknum yang berangkat ke daerah konflik sekitar di bawah Rp10 juta.

Jumlah itu terkesan untuk ongkos menuju daerah konflik. "Kedua, ada juga uang dikirim pada oknum berinisial H. Dia menuturkan, setelah melakukan konsultasi dengan pihak Densus 88 Mabes Polri, ternyata uang dikirimkan kepada pemasok senjata di Filipina," tuturnya.

Dia menambahkan, ‎jumlah uang yang dikirim ke pemasok senjata api di Filipina sekitar puluhan juta. "Konteksnya untuk beli senjata, cuma yang sulit itu, mereka kan sempat pakai cash, jadi enggak sempat transfer, nah ini susah dilacak‎," jelasnya.

Maka itu, PPATK sangat berharap ada regulasi pengawasan temuan uang tunai dan pembatasan transaksi tunai. "Ketiga kita juga menekankan tiap pemberi jasa keuangan termasuk jasa pengiriman uang lebih ketat lagi melakukan KYC (Know Your Costumer), dengan begitu kita bisa mencegah sejak dini digunakan uang untuk yang tidak resmi," ucapnya.‎

Baca: Komisi I Akan Panggil BIN, Polisi dan TNI Soal Teror Bom Sarinah.
(kur)
Berita Terkait
Sempat Heboh Mengaku...
Sempat Heboh Mengaku Bawa Bom, Pria di Bank Majalengka Ternyata Simpan Kabel Mainan
Bagaimana Perangkat...
Bagaimana Perangkat Elektronik Jadul Jadi Senjata Mematikan: Pelajaran dari Kasus Hizbullah
Ngeri! OTK Lempar Bom...
Ngeri! OTK Lempar Bom Molotov ke Asrama Mahasiswa di Makassar, 1 Mahasiswi Terluka
Ancaman Bom Dikirim...
Ancaman Bom Dikirim Pelaku ke 10 Sekolah di Depok via Email, Ternyata Begini Isinya
10 Sekolah di Depok...
10 Sekolah di Depok Diteror Bom, Gegana Langsung Menyisir
Pengirim Teror Bom di...
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ternyata Orang Tua Siswa, Sempat Jemput Anak usai Kirim Ancaman
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Infografis
AS Bombardir ISIS, Trump:...
AS Bombardir ISIS, Trump: Kami akan Temukan dan Membunuhmu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved