Rancang Teror, Bahrun Naim Manfaatkan Media Sosial
Minggu, 17 Januari 2016 - 19:08 WIB
Rancang Teror, Bahrun Naim Manfaatkan Media Sosial
A
A
A
JAKARTA - Otak serangan teror di Sarinah, Jakarta Pusat, Bahrun Naim menggunakan teknologi informasi (TI) dalam berkomunikasi dengan jaringannya di Tanah Air.
Selain itu, Bahrun dan kelompoknya juga menggunakan perantara dalam berkomunikasi. Perantara dan TI itu digunakan untuk merencanakan serangan teror dan melakukan perekrutan.
"Ada yang dari perantara dan TI," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Anton Charliyan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Minggu (17/1/2016).
Menurut Anton, TI yang dimaksud adalah media sosial seperti seperti Facebook, Path, Instagram, WhatsApp.Dia menegaskan Bahrun Naim adalah seorang ahli dalam bidang TI.
"Makanya sekarang ada juga teror melalui TI, bahkan ada beberapa orang dari Indonesia juga terekrut hanya karena TI," ungkap jenderal bintang dua ini. (Baca juga: Polri Kesulitan Jerat Anggota ISIS)
Adapun perantara yang dimaksud, dia memberikan contoh misalnya melalui warga negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan ke Tanah Air dari Suriah pada November 2015 lalu.
Anton menduga, dari ratusan WNI yang dipulangkan ke Tanah Air itu ada yang sempat bertemu Bahrun Naim.
PILIHAN:
Tangani Teroris, Ahmad Dhani Ibaratkan Negara seperti Obat Nyamuk
Selain itu, Bahrun dan kelompoknya juga menggunakan perantara dalam berkomunikasi. Perantara dan TI itu digunakan untuk merencanakan serangan teror dan melakukan perekrutan.
"Ada yang dari perantara dan TI," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Anton Charliyan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Minggu (17/1/2016).
Menurut Anton, TI yang dimaksud adalah media sosial seperti seperti Facebook, Path, Instagram, WhatsApp.Dia menegaskan Bahrun Naim adalah seorang ahli dalam bidang TI.
"Makanya sekarang ada juga teror melalui TI, bahkan ada beberapa orang dari Indonesia juga terekrut hanya karena TI," ungkap jenderal bintang dua ini. (Baca juga: Polri Kesulitan Jerat Anggota ISIS)
Adapun perantara yang dimaksud, dia memberikan contoh misalnya melalui warga negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan ke Tanah Air dari Suriah pada November 2015 lalu.
Anton menduga, dari ratusan WNI yang dipulangkan ke Tanah Air itu ada yang sempat bertemu Bahrun Naim.
PILIHAN:
Tangani Teroris, Ahmad Dhani Ibaratkan Negara seperti Obat Nyamuk
(dam)