Fahri Hamzah Bandingkan KPK dengan Cara Polri Tangani Teroris
Minggu, 17 Januari 2016 - 14:51 WIB
Fahri Hamzah Bandingkan KPK dengan Cara Polri Tangani Teroris
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah kembali melontarkan ketidaksetujuannya terhadap cara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruang Anggota DPR.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu membandingkan cara polisi menangani teroris dengan cara KPK menggeledah ruang anggota DPR.
Melalui akun Twitter @fahrihamzah, dia mengatakan, Polri melawan teroris bersenjatan dan granat dengan pakaian modis.
"Kau masuk rumah rakyat pakai senjata dan rompi antipeluru," tulis Fahri, Minggu (17/1/2016).
Pada Jumat 15 Januari 2016, Fahri sempat terlibat adu mulut dengan penyidik KPK yang hendak menggeledah ruang Wakil Ketua Komisi V DPR Yudi Widiana Adia. (Baca juga: Fahri Hamzah Seharusnya Protes ke Ketua KPK)
Fahri memprotes langkah KPK yang melibatkan anggota Brimbob dengan senjata laras panjang. Menurut Fahri, tidak ada aturannya penyidik dalam melakukan penggeledahan membawa senjata.
Fahri pun meminta penyidik KPK berserta Brimob yang melakukan penggeledahan keluar dulu sampai mendapat izin.
"Penggeledahan kita enggak masalah, tapi kami memersoalkan membawa senjata laras panjang ini. Kami minta bapak keluar dulu. Seolah-olah pengamanan di DPR tidak berguna. Kami juga punya pamdal (pengamanan dalam DPR) di sini," ucap Fahri saat itu.
PILIHAN:
Konflik Bikin Golkar Tak Bisa Bergerak
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu membandingkan cara polisi menangani teroris dengan cara KPK menggeledah ruang anggota DPR.
Melalui akun Twitter @fahrihamzah, dia mengatakan, Polri melawan teroris bersenjatan dan granat dengan pakaian modis.
"Kau masuk rumah rakyat pakai senjata dan rompi antipeluru," tulis Fahri, Minggu (17/1/2016).
Pada Jumat 15 Januari 2016, Fahri sempat terlibat adu mulut dengan penyidik KPK yang hendak menggeledah ruang Wakil Ketua Komisi V DPR Yudi Widiana Adia. (Baca juga: Fahri Hamzah Seharusnya Protes ke Ketua KPK)
Fahri memprotes langkah KPK yang melibatkan anggota Brimbob dengan senjata laras panjang. Menurut Fahri, tidak ada aturannya penyidik dalam melakukan penggeledahan membawa senjata.
Fahri pun meminta penyidik KPK berserta Brimob yang melakukan penggeledahan keluar dulu sampai mendapat izin.
"Penggeledahan kita enggak masalah, tapi kami memersoalkan membawa senjata laras panjang ini. Kami minta bapak keluar dulu. Seolah-olah pengamanan di DPR tidak berguna. Kami juga punya pamdal (pengamanan dalam DPR) di sini," ucap Fahri saat itu.
PILIHAN:
Konflik Bikin Golkar Tak Bisa Bergerak
(dam)