Soal Cekcok Fahri-Penyidik, ICW Anggap KPK Sudah Benar
Minggu, 17 Januari 2016 - 14:25 WIB
Soal Cekcok Fahri-Penyidik, ICW Anggap KPK Sudah Benar
A
A
A
JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai mekanisme penggeledahan ruangan anggota DPR oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 14 Januari 2016, sudah benar.
"KPK sudah dalam posisi yang benar," kata Koordinator Divisi Investigasi ICW Febri Hendri di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (17/1/2016).
Keributan sempat terjadi sebelum penggeledahan ruang Wakil Ketua Komisi V DPR Yudi Widiana Adia pada Jumat lalu.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah sempat adu mulut dengan salah seorang penyidik. Fahri merasa keberatasan penyidik KPK melakukan penggeledahan dengan melibatkan anggota Brimob membawa senjata laras panjang. (Baca juga: Fahri Hamzah Seharusnya Protes ke Ketua KPK)
Menurut Febri, apabila penggeledahan itu bermasalah tentu DPR sudah sejak awal mempersoakan.
"Kalau dari awal bermasalah harusnya internal DPR sudah mempermasalahkan. Tetapi dari awal tidak ada masalah. Kalau memang bermasalah, ya sejak awal dong" kata Febri.
Penggeledahan yang dilakukan KPK terkait dengan penyidikan kasus dugaan suap dalam proyek pembangunan jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Damayanti Wisnu Putranti sebagai tersangka.
PILIHAN:
Konflik Bikin Golkar Tak Bisa Bergerak
"KPK sudah dalam posisi yang benar," kata Koordinator Divisi Investigasi ICW Febri Hendri di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (17/1/2016).
Keributan sempat terjadi sebelum penggeledahan ruang Wakil Ketua Komisi V DPR Yudi Widiana Adia pada Jumat lalu.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah sempat adu mulut dengan salah seorang penyidik. Fahri merasa keberatasan penyidik KPK melakukan penggeledahan dengan melibatkan anggota Brimob membawa senjata laras panjang. (Baca juga: Fahri Hamzah Seharusnya Protes ke Ketua KPK)
Menurut Febri, apabila penggeledahan itu bermasalah tentu DPR sudah sejak awal mempersoakan.
"Kalau dari awal bermasalah harusnya internal DPR sudah mempermasalahkan. Tetapi dari awal tidak ada masalah. Kalau memang bermasalah, ya sejak awal dong" kata Febri.
Penggeledahan yang dilakukan KPK terkait dengan penyidikan kasus dugaan suap dalam proyek pembangunan jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Damayanti Wisnu Putranti sebagai tersangka.
PILIHAN:
Konflik Bikin Golkar Tak Bisa Bergerak
(dam)