HMI Minta Kejagung Usut Dugaan Pemufakatan Jahat Pansel Ombudsman

Jum'at, 15 Januari 2016 - 12:04 WIB
HMI Minta Kejagung Usut...
HMI Minta Kejagung Usut Dugaan Pemufakatan Jahat Pansel Ombudsman
A A A
JAKARTA - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Jakarta Raya meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut pemufakatan jahat ‎yang diduga dilakukan oknum anggota tim panitia seleksi (pansel) calon Komisoner Ombudsman.

Dugaan pemufakatan jahat ‎yakni memasukkan beberapa nama yang mempunyai hubungan erat dengan oknum Tim Pansel, hal ini terungkap dalam pembicaraan grup chatting whatsapp.

"Kami menolak nama-nama dari pansel Ombudsman kita inginkan keadilan, adanya konspirasi yang diduga dilakukan dalam meloloskan nama calon Komisoner Ombudsman," kata Koordinator HMI cabang Jakarta, ‎Arief Wicaksana, di depan Gedung Kejagung, Jumat (15/1/2016).

Menurutnya, beberapa nama calon pemimpin Ombudsman yang telah dipilih oleh pansel tidak memenuhi persyaratan seperti lulusan S1 yang baru beberapa tahun.

"‎Pansel juga harus dibubarkan, memilih kembali pansel yang lebih independen," jelasnya.

Karena itu kata Arief, pihaknya meminta Kejagung untuk mengusut dugaan pemufakatan jahat atau konspirasi yang terjadi dalam pemilihan komisioner Ombudsman.

"Menuntut Jaksa Agung untuk mengusut dugaan ini, ada sarat kepentingan. Kami minta Kejagung menindaklanjuti kritisan dari kami. Pemufakatan jahat yang dilakukan pansel," tegasnya.

Selain itu kata Arief, pihaknya juga meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membubarkan tim pansel Ombudsman dan memilih kembali tim pansel dengan orang-orang yang independen.

"Tim pansel Ombudsman berdasarkan keppres itu tidak independen, buktinya, banyak orang-orang yang dipilih untuk kepentingan pribadinya. Ombudsman harus memiliki pimpinan yang independen agar menjaga wibawa Ombudsman sebagai lembaga negara," tutupnya.

Perwakilan HMI cabang Jakarta Raya diterima petugas Kejagung, memerlihatkan beberapa dokumen‎ sebagai bukti adanya dugaan pemufakatan jahat dalam pemilihan calon komisioner Ombudsman oleh tim pansel.

Diketahui, Pansel Ombudsman dibentuk berdasarkan Keppres Nomor 62/P Tahun 2015 tanggal 27 Juli 2015,‎ yang terdiri dari Agus Dwiyanto sebagai Ketua, Eko Prasojo sebagai wakil, David Tobing anggota, Agus Pambagio sebagai anggota, Masdar Farid Masudi sebagai anggota, Zumrotin K Soesilo sebagai anggota dan Anis Hidayat sebagai anggota.

Sementara ini 18 nama calon Komisioner Ombudsman yang telah dipilih tim pansel dan telah diserahkan ke Presiden Jokowi dan DPR:

1. Adhar Hakim
2. Adrianus Eliasta Meliala
3. Ahmad Alamsyah Saragih
4. Ahmad Su’adi
5. Alvin Lie Ling Piao
6. Amzulian Rifai
7. Anung Didik Budi Karyadi
8. Dadan Suparjo Suharmawijaya
9. Djuni Thamrin
10. Gunarto
11. Helda Ritta Tirajoh
12. Hendra Nurtjahjo
13. Idham Ibty
14. Laode Ida
15. Lely Pelitasari Soebekty
16. Ninik Rahayu
17. Rohani Budi Prihatin
18. Sudarto

Pilihan:

Motif Bom di Kawasan Sarinah Balas Dendam
(maf)
Berita Terkait
Polemik Ijazah Jokowi,...
Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Laporkan ANRI dan KPU ke Ombudsman
Kisah di Balik Proklamasi...
Kisah di Balik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
BMKG Deteksi Bibit Siklon...
BMKG Deteksi Bibit Siklon di Republik Indonesia
Taiwan: Republik Indonesia...
Taiwan: Republik Indonesia Mitra Penting
Airlangga Terima Bintang...
Airlangga Terima Bintang Republik Indonesia Utama
Ini Tampang Ketua Ombudsman...
Ini Tampang Ketua Ombudsman Hery Susanto yang Ditangkap Kejagung
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved