Menkumham Terapkan Politik Pecah Belah Konflik Golkar

Senin, 04 Januari 2016 - 11:02 WIB
Menkumham Terapkan Politik...
Menkumham Terapkan Politik Pecah Belah Konflik Golkar
A A A
JAKARTA - Pemerintah dinilai telah memainkan politik pecah belah terhadap konflik internal Partai Golkar. Indikasinya tersirat dari sikap Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly yang membatalkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Partai Golkar hasil Musyawarah Nasional (Munas) Ancol tanpa dibarengi penerbitan SK kepengurusan Partai Golkar hasil Munas Bali.

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Tommy Legowo mengatakan, langkah Menkumham yang tidak menerbitkan SK bagi kepengurusan Aburizal Bakrie atau hasil Munas Bali membuat keberadaan Partai Golkar kehilangan dasar hukum.

"Menkumhan memainkan politik pengkacau balaun terhadap konflik internal Partai Golkar. Dia mengaburkan keabsahan Partai Golkar," ucap Legowo melalui sambungan telepon, Senin (4/1/2016).

Menurutnya, manuver Menkumham terhadap konflik internal Partai Golkar akan menimbulkan implikasi negatif. Risikonya adalah, berpengaruh pada proses pergantian pucuk pimpinan DPR. Risiko lainny, kata dia juga terhadap keabsahan fraksi dan anggota-anggota Partai Golkar di DPR.

Dia juga menilai, langkah Menkumham ini secara politis bisa menekan partai politik (parpol) yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) di DPR untuk melakukan kocok ulang pemimpin DPR melalui perubahan UU MD3.

"Ini memang punya risiko menghasilkan krisis politik, tetapi bisa juga sebaliknya berpotensi memperbarui konstelasi
politik untuk perubahan DPR yang memajukan," jelasnya.

Dia mengingatkan perkembangan konflik internal Partai Golkar merupakan peringatan bagi semua partai politik. Menurutnya, parpol yang tidak mampu menyelesaikan konflik internalnya, jadi makanan empuk kompetitor.

"Karena itu kunci menyelesaikan konflik internal parpol yang utama adalah kedaulatan anggota parpol," ucapnya.

Baca: Menkumham Cabut SK Golkar Kubu Agung.

Reaksi Kubu Ical Tanggapi Pencabutan SK Golkar Agung Laksono.
(kur)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Demonstrasi Ketidakpastian...
Demonstrasi Ketidakpastian Hukum dalam Penanganan Perkara dr Tifa dan Roy Suryo pada Polemik Ijazah Joko Widodo
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Wajah Baru Lapas Indonesia,...
Wajah Baru Lapas Indonesia, Dirjen Pemasyarakatan: Tak Lagi Sekadar Penjara
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved