Golkar Khawatir Jaksa Agung Politisasi Kasus Freeport

Minggu, 06 Desember 2015 - 16:28 WIB
Golkar Khawatir Jaksa...
Golkar Khawatir Jaksa Agung Politisasi Kasus Freeport
A A A
JAKARTA - Langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut dugaan pemufakatan jahat yang dilakukan Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha minyak Riza Chalid dan Bos Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin‎ dikhawatirkan berbau politis.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham‎ menegaskan, didirikannya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ‎karena lembaga pemerintah yang menangani perkara korupsi lemah.

‎"Saya khawatir langkah yang diambil Jaksa Agung (HM Prasetyo) ini kental politisasi, maka akan mendorong KPK kuat diperlukan," ujar Idrus usai mengikuti rapat koordinasi persiapan akhir penyelenggaraan Pilkada Serentak 2015 di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (6/12/2015).

Idrus berpendapat, apa yang dilakukan Kejagung ‎tentu tidak berdiri sendiri. "Misal Sudirman Said nyata-nyata mengeluarkan surat yang mengizinkan prinsip operasional, tidak ada satu gerakan apa-apa, tapi begitu Setya Novanto di MKD, dan ada banyak pertemuan-pertemuan itu, justru mendramatisir," imbuhnya.

Seperti diketahui, kasus ini muncul setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said melaporkan dugaan kasus pencatutan nama presiden dan wakil presiden dalam perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Sejauh ini, Kejagung telah memeriksa Bos Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. Korps Adhyaksa ini pun akan menggunakan Pasal 15 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) untuk menjerat tersangka. Dengan sangkaan percobaan pembantuan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana korupsi.

PILIHAN:
PDIP Nilai Skandal Freeport Pertarungan Kepentingan

Kabais Imbau Masyarakat Laporkan Anggota TNI Tak Netral
(kri)
Berita Terkait
Pertamina Berbenah Dinilai...
Pertamina Berbenah Dinilai Bikin Mafia Migas Gerah
Pertamina Tak Perlu...
Pertamina Tak Perlu Gentar Hadapi Gugatan Mozambik
Babak Baru Mafia Migas:...
Babak Baru Mafia Migas: Mendorong Tersangka Riza Chalid Dipulangkan ke Indonesia
IPO Pertamina Berpotensi...
IPO Pertamina Berpotensi Cegah Mafia Migas
Berantas Mafia Migas,...
Berantas Mafia Migas, Pertamina Butuh Dukungan Semua Pihak
KNPI: Selamatkan Pertamina...
KNPI: Selamatkan Pertamina dari Cengkeraman Mafia Migas!
Berita Terkini
Hari Anak Nasional ke-42,...
Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak
Febrie Adriansyah Mangkir...
Febrie Adriansyah Mangkir dari Pemeriksaan Kejagung, Dipanggil Ulang Besok
Dokter Tifa Siap Terima...
Dokter Tifa Siap Terima Apa Pun Putusan Sela Hari Ini
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved