Kasus Rekaman Freeport Bisa Berbuntut Reshuffle Kabinet
Sabtu, 05 Desember 2015 - 16:42 WIB
Kasus Rekaman Freeport Bisa Berbuntut Reshuffle Kabinet
A
A
A
JAKARTA - Heboh kasus dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden terkait perpanjangan kontrak PT Freeport yang saat ini sedang ditangani Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) bisa berujung perombakan atau reshuffle Kabinet Kerja.
Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio yakin Presiden Jokowi berani untuk melakukan reshuffle menterinya jika terbukti terlibat dalam skandal perpanjangan kontrak PT Freeport. (Baca juga: Sidang MKD Tak Akan Sentuh Substansi Kasus Freeport)
Dia menilai kisruh soah kasus ini akan membuat sibuk anggota kabinet. Kesibukan itu, kata dia, lantaran sejumlah menteri harus melakukan klarifikasi terkait rekaman percakapan yang telah diputar dalam sidang di MKD.
Sebut saja, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said sebagai pihak yang mengungkap kasus tersebut.
"SS (Sudirman Said) datang ke MKD dengan kepercayaan diri tinggi tapi begitu masuk, anggota MKD memberi pertanyaan tajam. Hal itu membuat kepercayaan diri SS lama-lama goyang," ujarnya dalam diskusi Polemik SINDO Trijaya FM bertajuk Dramaturgi Freeport di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/12/2015). (Baca juga: Luhut Panjaitan Harus Ikut Dipanggil MKD)
Apalagi, kata dia, sempat tersiar kabar Jokowi akan melakukan reshuffle kabinet pasca perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada 9 Desember mendatang.
Apabila kasus ini nantinya membuat kontrak Freeport tidak diperpanjang, Hendri yakin hal itu akan menguntungkan Jokowi.
"2019, Jokowi bisa bilang tuh, tidak akan perpanjang kontrak Freeport Indonesia saat kampanye. Bisa menang (pilpres) lagi tuh," tuturnya.
PILIHAN:
Rieke Minta Rini Soemarno Tak Khawatirkan Reshuffle
Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio yakin Presiden Jokowi berani untuk melakukan reshuffle menterinya jika terbukti terlibat dalam skandal perpanjangan kontrak PT Freeport. (Baca juga: Sidang MKD Tak Akan Sentuh Substansi Kasus Freeport)
Dia menilai kisruh soah kasus ini akan membuat sibuk anggota kabinet. Kesibukan itu, kata dia, lantaran sejumlah menteri harus melakukan klarifikasi terkait rekaman percakapan yang telah diputar dalam sidang di MKD.
Sebut saja, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said sebagai pihak yang mengungkap kasus tersebut.
"SS (Sudirman Said) datang ke MKD dengan kepercayaan diri tinggi tapi begitu masuk, anggota MKD memberi pertanyaan tajam. Hal itu membuat kepercayaan diri SS lama-lama goyang," ujarnya dalam diskusi Polemik SINDO Trijaya FM bertajuk Dramaturgi Freeport di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/12/2015). (Baca juga: Luhut Panjaitan Harus Ikut Dipanggil MKD)
Apalagi, kata dia, sempat tersiar kabar Jokowi akan melakukan reshuffle kabinet pasca perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada 9 Desember mendatang.
Apabila kasus ini nantinya membuat kontrak Freeport tidak diperpanjang, Hendri yakin hal itu akan menguntungkan Jokowi.
"2019, Jokowi bisa bilang tuh, tidak akan perpanjang kontrak Freeport Indonesia saat kampanye. Bisa menang (pilpres) lagi tuh," tuturnya.
PILIHAN:
Rieke Minta Rini Soemarno Tak Khawatirkan Reshuffle
(dam)