Sudirman Said Dinilai Gagal Arahkan Opini Publik dari Rekaman
Jum'at, 04 Desember 2015 - 17:35 WIB
Sudirman Said Dinilai Gagal Arahkan Opini Publik dari Rekaman
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dinilai gagal mengarahkan opini sesuai keinginannya dalam putaran pertama persidangan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.
Bahkan rekaman yang diserahkan Sudirman Said ikut mengungkap persoalan di luar pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dalam perpanjangan kontrak Freeport.
"Dan melalui beberapa penggalan percakapan yang dilontarkan SN maupun MR, terungkap bahwa Jokowi pun tahu itu, dan menikmatinya,” ujar pengamat geopolitik dari Global Future Institute, Hendrajit, Jakarta, Jumat (4/12/2015).
Dia mengatakan, rekaman percakapan yang diperdengarkan MKD juga terungkap adanya operasi politik yang melibatkan jaringan kepolisian, untuk memenangkan Jokowi di beberapa daerah penting, termasuk Papua.
“Ketiga, masih soal Luhut. Meski di situ melalui omongan SN, terkesan bahwa apa saja urusan, asalkan melalui jalur Luhut, 99 persen urusan pasti beres dan goal,” ucapnya.
Baca: Bos Freeport Sengaja Rekam Percakapan Setya Novanto.
Bahkan rekaman yang diserahkan Sudirman Said ikut mengungkap persoalan di luar pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dalam perpanjangan kontrak Freeport.
"Dan melalui beberapa penggalan percakapan yang dilontarkan SN maupun MR, terungkap bahwa Jokowi pun tahu itu, dan menikmatinya,” ujar pengamat geopolitik dari Global Future Institute, Hendrajit, Jakarta, Jumat (4/12/2015).
Dia mengatakan, rekaman percakapan yang diperdengarkan MKD juga terungkap adanya operasi politik yang melibatkan jaringan kepolisian, untuk memenangkan Jokowi di beberapa daerah penting, termasuk Papua.
“Ketiga, masih soal Luhut. Meski di situ melalui omongan SN, terkesan bahwa apa saja urusan, asalkan melalui jalur Luhut, 99 persen urusan pasti beres dan goal,” ucapnya.
Baca: Bos Freeport Sengaja Rekam Percakapan Setya Novanto.
(kur)