Publik Jangan Terjebak dengan Rekaman Skandal Freeport

Jum'at, 04 Desember 2015 - 02:24 WIB
Publik Jangan Terjebak...
Publik Jangan Terjebak dengan Rekaman Skandal Freeport
A A A
JAKARTA - Anggota MKD dari Fraksi Gerindra Supratman Andi Agtas menyatakan, dugaan pencatutan nama presiden dan wakil presiden yang dilakukan Ketua DPR Setya Novanto dalam perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia adalah tidak benar.Supratman mengatakan, heboh pencatutan nama kepala negara hanyalah ungkapan yang digunakan Menteri ESDM Sudirman Said untuk menggambarkan permintaan divestasi saham PT Freeport yang diperuntukkan bagi pemerintah Indonesia."Ada kekeliruan, kehebohan yang selama ini dibicarakan adalah persoalan divestasi. Kenapa ada percakapan 9 persen, 11 persen, karena yang dibicarakan selama ini adalah divestasi yang wajib diberikan Freeport kepada pemerintah Indonesia," kata Supratman di ruangan MKD, Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (3/12/2015).Pernyataan Supratman ini bukan tanpa dasar. Menurutnya, tidak mungkin sebuah korporasi besar berkelas internasional bisa melepaskan sahamnya dan diberikan kepada perorangan."Ini bukan permintaan saham tapi hanya divestasi. Karena divestasi itu waiib, maka Freeport harus tawarkan ke Pemerintah RI. Kalau pemerintah tak sanggup beli karena tak ada uang, bisa serahkan ke BUMN. Kalau BUMN tak sanggup baru IPO," ucap Supratman.Politikus Gerindra ini pun mengingatkan agar publik tidak terjebak pada isu permintaan 30 persen saham yang memang wajib diberikan PT Freeport kepada pemerintah Indonesia."Publik harus mengejar ini, kenapa divestasinya hanya sebanyak 30 persen. PT Newmont itu kewajiban divestasinya 51 persen, kenapa Freeport hanya 30 persen.Freeport mendapat perlakuan khusus dalam soal divestasi. Hanya 30 persen dan kita tidak jadi prioritas," tegas Supratman.Pilihan:Bantah Luhut, Menteri ESDM Lapor Jokowi Soal Skandal FreeportLuhut Bantah Jokowi Lengser jika Freeport Pensiun di Indonesia
(maf)
Berita Terkait
Pertamina Berbenah Dinilai...
Pertamina Berbenah Dinilai Bikin Mafia Migas Gerah
Pertamina Tak Perlu...
Pertamina Tak Perlu Gentar Hadapi Gugatan Mozambik
Babak Baru Mafia Migas:...
Babak Baru Mafia Migas: Mendorong Tersangka Riza Chalid Dipulangkan ke Indonesia
IPO Pertamina Berpotensi...
IPO Pertamina Berpotensi Cegah Mafia Migas
Berantas Mafia Migas,...
Berantas Mafia Migas, Pertamina Butuh Dukungan Semua Pihak
KNPI: Selamatkan Pertamina...
KNPI: Selamatkan Pertamina dari Cengkeraman Mafia Migas!
Berita Terkini
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved