Bos Freeport Sengaja Rekam Percakapan Setya Novanto Pakai HP
Kamis, 03 Desember 2015 - 15:13 WIB
Bos Freeport Sengaja Rekam Percakapan Setya Novanto Pakai HP
A
A
A
JAKARTA - Sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR memanggil sejumlah pihak terkait atas rekaman percakapan seputar kasus Freeport yang dilaporkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.
Pada kesempatan itu, Direktur Utama (Dirut) PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin dikonfirmasi mengenai asal rekaman tersebut. Maroef mengaku merekam pembicaraan antara dirinya dengan Ketua DPR Setya Novanto dalam perpanjangan kontrak Freeport melalui HandPhone (HP).
"Dari pertemuan kedua saya udah memikirkan ada apa ini? Kenapa saya rekam, karena saya sendirian. Saya perlu ini bagian dari nilai-nilai akuntabilitas menjaga marwah saya yang dapatkan mandat dari perusahaan ini," ujar Maroef dalam persidangan di ruang rapat MKD di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (3/12/2015).
Dia mengaku tidak ada pihak ketiga yang menyuruhnya untuk merekam percakapan tersebut. Menurutnya tindakan merekam percakapan itu atas inisiatif sendiri.
"Dalam pembicaraan itu HP saya taruh di atas meja dan dalam posisi merekam," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri ESDM Sudirman Said menyerahkan rekaman percakapan atas dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) oleh Ketua DPR Setya Novanto dalam perpanjangan kontrak Freeport ke MKD.
Baca: Rizal Anggap Perdebatan Freeport Konflik Antargeng.
Pada kesempatan itu, Direktur Utama (Dirut) PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin dikonfirmasi mengenai asal rekaman tersebut. Maroef mengaku merekam pembicaraan antara dirinya dengan Ketua DPR Setya Novanto dalam perpanjangan kontrak Freeport melalui HandPhone (HP).
"Dari pertemuan kedua saya udah memikirkan ada apa ini? Kenapa saya rekam, karena saya sendirian. Saya perlu ini bagian dari nilai-nilai akuntabilitas menjaga marwah saya yang dapatkan mandat dari perusahaan ini," ujar Maroef dalam persidangan di ruang rapat MKD di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (3/12/2015).
Dia mengaku tidak ada pihak ketiga yang menyuruhnya untuk merekam percakapan tersebut. Menurutnya tindakan merekam percakapan itu atas inisiatif sendiri.
"Dalam pembicaraan itu HP saya taruh di atas meja dan dalam posisi merekam," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri ESDM Sudirman Said menyerahkan rekaman percakapan atas dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) oleh Ketua DPR Setya Novanto dalam perpanjangan kontrak Freeport ke MKD.
Baca: Rizal Anggap Perdebatan Freeport Konflik Antargeng.
(kur)