Soal Helikopter AW101, TNI AU Klaim PT Dirgantara Enggak Sanggup

Rabu, 02 Desember 2015 - 16:20 WIB
Soal Helikopter AW101,...
Soal Helikopter AW101, TNI AU Klaim PT Dirgantara Enggak Sanggup
A A A
JAKARTA - Belum sanggupnya PT Dirgantara Indonesia (DI)‎ memenuhi keinginan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) menjadi alasan dipilihnya helikopter Agusta Westland AW101 sebagai pengganti helikopter Super Puma.Diketahui, rencana pembelian helikopter ‎buatan Italia-Inggris itu merupakan usulan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna.Enam unit helikopter Super Cougar atau Eurocopter EC725 Caracal yang dipesan TNI AU belum juga dipenuhi PT DI. Seharusnya, pesanan itu datang pada Mei 2015 silam.‎"Bagaimana menawarkan pesawat Cougar yang harusnya kita terima, sampai sekarang belum jadi, coba tanya ke PT DI, benar enggak pesawat itu dibikin PT DI," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma Dwi Badarmanto, di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Rabu (2/12/2015).Dikatakannya, TNI AU pun telah menanyakan keterlambatan itu kepada pihak PT DI. ‎"Sudah, ada dua item yang sampai sekarang belum ada, itu alasannya. Harusnya Mei-Juni sudah sampai di tempat saya," ungkapnya.‎Dia menjelaskan, dipilihnya helikopter Agusta Westland AW101 itu sudah melalui berbagai pertimbangan. "Kita semua pertimbangkan, PT DI sudah diajak bicara tapi tidak ada respons, dan tahun 2010 kita memikirkan untuk meningkatkan kekuatan TNI AU‎," tuturnya.‎Lebih lanjut dia mengungkapkan, jika TNI AU bisa saja menggunakan produk PT DI jika spesifikasi yang diinginkan bisa dipenuhi. "Kalau kita punya spek khusus jangan salahkan ke kita," ungkapnya."F-16 kenapa enggak dikejar-kejar, kami beli Sukhoi apa yang tanya kenapa enggak beli PT DI, karena itu PT DI belum mempunyai kemampuan dengan spek yang kita inginkan. Titik. Jadi jangan dilebar-lebar lagi, kalau PT DI, bisa kenapa tidak," pungkasnya.Pilihan:Politikus Gerindra Kecewa Sikap MKD Usut Skandal FreeportDi India Perusahaan Helikopter Jokowi Terlibat Korupsi, Bagaimana di RI?
(maf)
Berita Terkait
Antusiasme Warga di...
Antusiasme Warga di Pameran Alutsista Peringatan HUT ke-79 TNI
Mampukah N219 Amphibious...
Mampukah N219 Amphibious Sukses di Pasaran?
Pangkoarmada II Inspeksi...
Pangkoarmada II Inspeksi Kapal Perang
Mantan Sekjen Kemhan...
Mantan Sekjen Kemhan Kritik Prabowo Beli Alutsista Bekas, Ini Penjelasannya
Perlu Evaluasi Modernisasi...
Perlu Evaluasi Modernisasi Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit TNI
Dilengkapi Meriam Kaliber...
Dilengkapi Meriam Kaliber 40 mm, KRI Tuna-876 Perkuat Koarmada I
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved