Politikus Golkar di MKD: Kalau Setya Novanto Salah, Kita Hukum!
Senin, 30 November 2015 - 15:46 WIB
Politikus Golkar di MKD: Kalau Setya Novanto Salah, Kita Hukum!
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Kahar Muzakir menegaskan akan profesional dalam menangani kasus dugaan pelanggaran etik Ketua DPR Setya Novanto.
Politikus Partai Golkar itu membantah adanya arahan dari fraksinya untuk membela Setya Novanto yang merupakan petinggi partai berlambang pohon beringin itu.
"Tidak ada arahan, arahan dari Ketua Umum (Partai Golkar) tegakan kebenaran," ucap Kahar. (Baca juga: Skandal Freeport, MKD Minta Keterangan Jokowi-JK)
Dia menegaskan MKD akan memberikan sanksi jika Novanto terbukti bersalah. "Kalau Novanto salah, kita hukum. Kalau soal kolega ya kolega," ujar Kahar yang masuk ke MKD menggantikan Hardi Soesilo.
Sudirman melaporkan dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) terkait lobi perpanjangan kontrak PT Freeport.
Dia menegaskan, akan memberikan sanksi jika memang Novanto terbukti bersalah. "Kalau Novanto salah kita hukum, kalau soal kolega ya kolega," tandas Kahar.
PILIHAN:
Rachel Maryam Ingin Presiden Gunakan Helikopter Buatan Lokal
Politikus Partai Golkar itu membantah adanya arahan dari fraksinya untuk membela Setya Novanto yang merupakan petinggi partai berlambang pohon beringin itu.
"Tidak ada arahan, arahan dari Ketua Umum (Partai Golkar) tegakan kebenaran," ucap Kahar. (Baca juga: Skandal Freeport, MKD Minta Keterangan Jokowi-JK)
Dia menegaskan MKD akan memberikan sanksi jika Novanto terbukti bersalah. "Kalau Novanto salah, kita hukum. Kalau soal kolega ya kolega," ujar Kahar yang masuk ke MKD menggantikan Hardi Soesilo.
Sudirman melaporkan dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) terkait lobi perpanjangan kontrak PT Freeport.
Dia menegaskan, akan memberikan sanksi jika memang Novanto terbukti bersalah. "Kalau Novanto salah kita hukum, kalau soal kolega ya kolega," tandas Kahar.
PILIHAN:
Rachel Maryam Ingin Presiden Gunakan Helikopter Buatan Lokal
(dam)