Komentar Ceu Popong Tentang Kasus Catut Nama Jokowi
Selasa, 17 November 2015 - 15:28 WIB
Komentar Ceu Popong Tentang Kasus Catut Nama Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Politikus Senior Partai Golkar Popong Otje Djunjunan ikut bicara soal polemik pecatutan nama Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang diungkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.
Ceu Popong sapaan akrab Popong berpesan kepada politikus yang dituduh mencatut nama Jokowi-JK terkait kontrak karya PT Freeport untuk menghadapi laporan Sudirman Said ke Mahkamah Kerhormatan Dewan (MKD).
"Saran Ceu Popong, segala sesuatu harus dihadapi. Jadi jangan berbelit-belit, tentu harus dihadapi," ujar Ceu Popong di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/11/2015).
Menurut dia, apabila permasalahan ini tidak kunjung selesai maka akan menimbulkan tanda tanya.
"Kita mah takut sama Tuhan aja, kenapa sama orang harus takut. Pokoknya, Tuhan itu maha adil, kalau menurut Ceu Popong," tuturnya.(Baca juga: Fraksi Golkar Dukung MKD Tuntaskan Laporan Menteri ESDM)
Menurut dia, ada sesuatu yang membelakangi permasalahan tersebut. Pasalnya kejadian pencatutan nama Jokowi-JK baru mencuat saat ini padahal peristiwa tersebut terjadi pada bulan Juni.
"Tapi saya punya keyakinan kalau direka-reka, one day (suatu hari), pada suatu saat itu akan terbuka. Entah terbukanya itu saat orangnya mati ataupun masih ada," ucapnya.
PILIHAN:
Soal Kasus Golkar dan PPP, Menkumham: Saya Patuh Hukum!
Ceu Popong sapaan akrab Popong berpesan kepada politikus yang dituduh mencatut nama Jokowi-JK terkait kontrak karya PT Freeport untuk menghadapi laporan Sudirman Said ke Mahkamah Kerhormatan Dewan (MKD).
"Saran Ceu Popong, segala sesuatu harus dihadapi. Jadi jangan berbelit-belit, tentu harus dihadapi," ujar Ceu Popong di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/11/2015).
Menurut dia, apabila permasalahan ini tidak kunjung selesai maka akan menimbulkan tanda tanya.
"Kita mah takut sama Tuhan aja, kenapa sama orang harus takut. Pokoknya, Tuhan itu maha adil, kalau menurut Ceu Popong," tuturnya.(Baca juga: Fraksi Golkar Dukung MKD Tuntaskan Laporan Menteri ESDM)
Menurut dia, ada sesuatu yang membelakangi permasalahan tersebut. Pasalnya kejadian pencatutan nama Jokowi-JK baru mencuat saat ini padahal peristiwa tersebut terjadi pada bulan Juni.
"Tapi saya punya keyakinan kalau direka-reka, one day (suatu hari), pada suatu saat itu akan terbuka. Entah terbukanya itu saat orangnya mati ataupun masih ada," ucapnya.
PILIHAN:
Soal Kasus Golkar dan PPP, Menkumham: Saya Patuh Hukum!
(dam)