Pansus Pelindo Fokus Kejar Pihak Asing yang Membekingi RJ Lino

Senin, 16 November 2015 - 16:33 WIB
Pansus Pelindo Fokus...
Pansus Pelindo Fokus Kejar Pihak Asing yang Membekingi RJ Lino
A A A
JAKARTA - Panitia Khusus (Pansus) Pelindo II DPR benar-benar serius menarget pihak asing yang selama ini menikmati keuntungan dari pelabuhan dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia dan membekingi Direktur Utama (Dirut) Pelindo II RJ Lino.

Ketua Pansus Pelindo II Rieke Diah Pitaloka mengatakan, Pansus meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mendalami dugaan penyimpangan perpanjangan kontrak Terminal Peti Kemas Jakarta (JICT).

"Audit BPK terkait JICT sudah mengalami progres, yaitu sudah 95%. Kami minta dilengkapi apa yang terjadi dalam proses perpanjangan JICT," ujar Rieke di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/11/2015).

Politikus PDIP itu melanjutkan, ada beberapa hal yang harus diaudit BPK dalam perpanjangan kontrak tersebut. Yang pertama, kata Rieke, adalah penyimpangan yang terjadi dalam proses amandemen pemberi kuasa kepada pihak JICT dari Pelindo II yang dilakukan sebelum akhir masa perjanjian.

Kedua, lanjut Rieke, terkait kewajaran struktur dan komposisi saham serta penerimaan cash yang diterima Pelindo II dari Hutchison Port Holding (HPH) atas amandemen perjanjian pemberian kuasa dari para pihak.

"Ketiga, melalukan analisa keuangan jika Pelindo II tidak memberikan amandemen pemberian kuasa dan ambil alih kepemilikan saham JICT, artinya agar dikelola 100% oleh Indonesia," jelasnya.

Pada poin ketiga, Pansus Pelindo meminta audit BPK bagaimana jika JICT dikelola sepenuhnya oleh Indonesia, sehingga BPK sedang menilai kewajaran komposisi keuntungan dan saham.

Kemudian yang ke empat, menurut dia, mengidentifikasi kerugian negara yang terjadi penyimpangan dalam kerja sama Pelindo II dengan HPH. "Kelima, identifikasi pihak yang diduga terkait dan bertanggung jawab terhadap penyimpangan dan peran dari masing-masing pihak tersebut," ucapnya.

Keenam, kata anggota Komisi IX DPR itu, Pansus meminta laporan secara parsial tentang perpanjangan konsesi dan tahun 2016 fokus auditnya mengenai Kali Baru agar lebih fokus.

Yang ketujuh, Pansus juga meminta BPK melakukan analisa kajian dilengkapi dengan kajian yuridis, tidak hanya UU BUMN dan UU Pelayaran. Pansus, lanjut dia, meminta agar BPK melihatnya juga dari UU Keuangan Negara dan UU Perbendaharaan Negara.

"BPK minta 30 hari kerja dan itu berakhir 22 November 2015, sebelum BPK laporakan audit JICT, kami minta tambahan poin-poin untuk diaudit," tandas Rieke.

PILIHAN:
BPK Siap Audit Investigasi PT Pelindo II

Pansus Pelindo Diminta Telusuri Pihak Asing Beking RJ Lino

Pansus Pelindo Tuding RJ Lino Dibekingi Pengusaha Asing
(kri)
Berita Terkait
Pelindo Regional 2 Sukses...
Pelindo Regional 2 Sukses Layani 119 Ribu Penumpang di H-2 Lebaran
Setelah Sikat Pungli,...
Setelah Sikat Pungli, Pelindo II Siapkan 6 Jurus Babat Suap
Mantan Dirut Pelindo...
Mantan Dirut Pelindo II, RJ Lino Kembali Diperiksa Kejagung
Wakil Dirut PT JICT...
Wakil Dirut PT JICT Diperiksa terkait Dugaan Korupsi di Pelindo II
Kasus Korupsi Pelindo...
Kasus Korupsi Pelindo II, Kejagung Periksa Presdir JICT
Operasional Tanjung...
Operasional Tanjung Priok Tetap Aman Terkendali, Pelindo Pastikan Operasional Pelabuhan Berjalan Normal
Berita Terkini
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
Indonesia-India Kerja...
Indonesia-India Kerja Sama Program Rudal Canggih BrahMos dan Udara ke Udara
Geledah Kafe deClan,...
Geledah Kafe de'Clan, Polri Temukan Brankas Besar di dalam Tembok
Kala Prabowo Dipuji...
Kala Prabowo Dipuji Modi, Seorang Presiden juga Prajurit yang Paham Perencanaan
Penggeledahan Kafe dan...
Penggeledahan Kafe dan Money Changer di Cipete Dikawal Brimob Bersenjata
Usut Korupsi Batu Bara...
Usut Korupsi Batu Bara hingga Asabri, Polisi Geledah Kafe dan Money Changer di Jaksel
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved