Jelang Pilkada Serentak, PAN Butuh Pemimpin Mampu Ciptakan Perubahan
Rabu, 11 November 2015 - 09:51 WIB
Jelang Pilkada Serentak, PAN Butuh Pemimpin Mampu Ciptakan Perubahan
A
A
A
JAKARTA - Menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak diperlukan sosok ketua yang mampu mengayomi, menggerakkan partai, energik, berjiwa muda, visioner mau dan mampu berkorban, serta tidak mementingkan dirinya sendiri
Maka itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) mendatang harus mampu mewujudkan kemajuan partai, bukan kepentingan pribadi atau kelompoknya.
"Jika kita tidak mempunyai sosok ketua yang memikirkan partai bagaimana jadinya PAN DKI lima tahun mendatang ? tentu bisa kalah bersaing dengan partai lainnya," ujar anggota DPRD DKI dari PAN Bambang Kusumanto, dalam siaran persnya, Rabu (11/11/2015).
Dia mengatakan, seluruh kader PAN DKI menginginkan adanya sosok pemimpin yang bisa memberdayakan mesin partai menjadi lebih baik. Menurutnya, sebagian besar pengurus PAN DKI menginginkan agenda perubahan, karena merosotnya kinerja partai pada pemilihan legeslatif yang lalu.
"PAN di DKI hanya memperoleh 2 kursi di DPRD tentu bukan hal yang menggembirakan karena saya dan Johan untuk mendapatkan kursi harus bersusahpayah tanpa dukungan yang memadai dari DPD PAN. Pada dasarnya para caleg DPRD praktis bekerja sendiri-sendiri saat itu " ucapnya.
Baca: PAN Larang Kader Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet.
Maka itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) mendatang harus mampu mewujudkan kemajuan partai, bukan kepentingan pribadi atau kelompoknya.
"Jika kita tidak mempunyai sosok ketua yang memikirkan partai bagaimana jadinya PAN DKI lima tahun mendatang ? tentu bisa kalah bersaing dengan partai lainnya," ujar anggota DPRD DKI dari PAN Bambang Kusumanto, dalam siaran persnya, Rabu (11/11/2015).
Dia mengatakan, seluruh kader PAN DKI menginginkan adanya sosok pemimpin yang bisa memberdayakan mesin partai menjadi lebih baik. Menurutnya, sebagian besar pengurus PAN DKI menginginkan agenda perubahan, karena merosotnya kinerja partai pada pemilihan legeslatif yang lalu.
"PAN di DKI hanya memperoleh 2 kursi di DPRD tentu bukan hal yang menggembirakan karena saya dan Johan untuk mendapatkan kursi harus bersusahpayah tanpa dukungan yang memadai dari DPD PAN. Pada dasarnya para caleg DPRD praktis bekerja sendiri-sendiri saat itu " ucapnya.
Baca: PAN Larang Kader Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet.
(kur)