Menko Polhukam Bantah Pertemuan Jokowi-Obama Pakai Broker
Senin, 09 November 2015 - 18:44 WIB
Menko Polhukam Bantah Pertemuan Jokowi-Obama Pakai Broker
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan membantah, kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Amerika Serikat (AS) bertemu Presiden AS Barack Obama, menggunakan jasa broker, seperti yang ditudingkan Michael Buehler dalam dokumennya.
Dalam dokumen yang didapat Sindonews, pada Minggu 8 November 2015, tertulis perjanjian antara Pereira International Ltd, perusahaan konsultan yang diduga dipakai pemerintah Indonesia, dan R&R Partners, Colorado Ltd, perusahaan AS yang bertugas melobi Pemerintahan AS agar mau bertemu Jokowi.
"Enggak ada (broker)," kata Luhut Binsar Panjaitan di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (9/11/2015).
Luhut menjelaskan, kunjungan Presiden Jokowi ke AS belum lama ini atas undangan resmi dari Presiden Barack Obama di Beijing beberapa waktu lalu.
"Malah negosiasi presiden waktu saya jadi kepala staf kepresidenan dan Kementerian Luar Negeri melakukan lobi, ditawarkan bulan Juni, presiden tak bisa saat itu karena menikahkan putranya," tutur Luhut.
Kemudian lanjut dia, pada Juli 2015 Lebaran. "Makanya kita sepakat Oktober 2015," ungkap Luhut.
Pilihan:
Artikel Broker Jokowi-Obama Dinilai Ngawur
Dalam dokumen yang didapat Sindonews, pada Minggu 8 November 2015, tertulis perjanjian antara Pereira International Ltd, perusahaan konsultan yang diduga dipakai pemerintah Indonesia, dan R&R Partners, Colorado Ltd, perusahaan AS yang bertugas melobi Pemerintahan AS agar mau bertemu Jokowi.
"Enggak ada (broker)," kata Luhut Binsar Panjaitan di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (9/11/2015).
Luhut menjelaskan, kunjungan Presiden Jokowi ke AS belum lama ini atas undangan resmi dari Presiden Barack Obama di Beijing beberapa waktu lalu.
"Malah negosiasi presiden waktu saya jadi kepala staf kepresidenan dan Kementerian Luar Negeri melakukan lobi, ditawarkan bulan Juni, presiden tak bisa saat itu karena menikahkan putranya," tutur Luhut.
Kemudian lanjut dia, pada Juli 2015 Lebaran. "Makanya kita sepakat Oktober 2015," ungkap Luhut.
Pilihan:
Artikel Broker Jokowi-Obama Dinilai Ngawur
(maf)