PKS Mulai Curiga Pansus Pelindo II Cuma Jadi Alat PDIP
Rabu, 28 Oktober 2015 - 22:08 WIB
PKS Mulai Curiga Pansus Pelindo II Cuma Jadi Alat PDIP
A
A
A
JAKARTA - Anggota Pansus Pelindo II DPR Refrizal heran lantaran pemanggilan terhadap Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno yang sedianya dilakukan hari ini tiba-tiba dibatalkan.
Padahal, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengungkapkan, pemanggilan terhadap Rini telah disepakati dalam rapat internal fraksi. Bahkan, undangan untuk memanggil Rini telah disiapkan oleh Pansus Pelindo II.
"Makanya kita bingung sebagai anggota, kok tiba tiba batal. Siapa ini yang buat," ujar Refrizal di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (28/10/2015).
Refrizal pun menuding bahwasannya pembentukan Pansus Pelindo II adalah alat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk menjatuhkan Rini Soemarno dengan memanfaatkan permasalahan yang ada di Pelindo II.
"Mungkin alat serang untuk Menteri BUMN masih kurang kali. Kan targetnya satu Menteri BUMN harus direshuffle kan. Alat serangnya masih kurang," ucapnya.
Menurutnya, aroma politisasi dalam kinerja pansus sangat kuat. Sehingga terdapat kecenderungan opini yang mendasari berbagai langkah Pansus. Padahal seharunya, kinerja Pelindo II adalah menelaah fakta-fakta yang ada di PT Pelindo II.
Maka itu, Refizal mendorong agar para anggota Pansus, khususnya para elite pemimpin agar mengubah semangat dari usaha mempolitisasi menjadi pembenahan BUMN di bidang pelabuhan itu. Karenanya, Pansus harus diarahkan untuk membenahi sistem, dan bukan menarget orang perorang.
"Jadi seharusnya kita bukan menarget orang perorang, tapi membenahi. Tanjung Priok, kalau rusak, ekonomi kita terganggu. Yang senang Singapura. 70% ekonomi kita itu tergantung Tanjung Priok," ucap Refrizal.
"Kita sih senang berpolitik. Tapi masa rakyat harus susah? Pembenahan dong semangatnya, yang kurang diperbaiki. Kalau tak cocok dengan dirut Pelindo, kenapa PDIP kenapa tak suruh Jokowi menggantinya? Kalau Anda tak suka sama orang ini, bilang saja sama Jokowi," sambungnya.
Refrizal mengingatkan kepada PDIP bahwa Pelindo II bukanlah musuh. Maka itu, pandangan terhadapnya menyelesaikan permasalahan di Pelindo II harus objektif. Menurutnya, PDIP harus membuka mata bahwa sudah tiga tahun berturut-turut Pelindo II mendapat penghargaan di Asia.
"Dirutnya siapa? Kok tak disebutkan? Kenapa tak disebutkan? Memang ada yang lain dapat penghargaan? Yang baik, bilang lah baik. Yang menyimpang, masukkan penjara," tandasnya.
Sebelumnya, anggota Pansus Pelindo II DPR Junimart Girsang memastikan bahwasannya penyelidikan yang akan dilakukan oleh pihaknya terhadap Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno batal dilakukan pada hari ini Rabu 28 Oktober 2015.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengatakan, penyelidikan ditunda. Namun, Junimart enggan mengungkapkan alasan mengapa penyelidikan tersebut ditunda.
"Tentu kita punya pemikiran lain," ujar Junimart di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/10/2015).
PILIHAN:
Amien Rais Anggap Reshuffle Kabinet Dagelan
Hasil Pertemuan KMP Nilai Usulan RAPBN 2016 Tak Pro Rakyat
Padahal, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengungkapkan, pemanggilan terhadap Rini telah disepakati dalam rapat internal fraksi. Bahkan, undangan untuk memanggil Rini telah disiapkan oleh Pansus Pelindo II.
"Makanya kita bingung sebagai anggota, kok tiba tiba batal. Siapa ini yang buat," ujar Refrizal di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (28/10/2015).
Refrizal pun menuding bahwasannya pembentukan Pansus Pelindo II adalah alat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk menjatuhkan Rini Soemarno dengan memanfaatkan permasalahan yang ada di Pelindo II.
"Mungkin alat serang untuk Menteri BUMN masih kurang kali. Kan targetnya satu Menteri BUMN harus direshuffle kan. Alat serangnya masih kurang," ucapnya.
Menurutnya, aroma politisasi dalam kinerja pansus sangat kuat. Sehingga terdapat kecenderungan opini yang mendasari berbagai langkah Pansus. Padahal seharunya, kinerja Pelindo II adalah menelaah fakta-fakta yang ada di PT Pelindo II.
Maka itu, Refizal mendorong agar para anggota Pansus, khususnya para elite pemimpin agar mengubah semangat dari usaha mempolitisasi menjadi pembenahan BUMN di bidang pelabuhan itu. Karenanya, Pansus harus diarahkan untuk membenahi sistem, dan bukan menarget orang perorang.
"Jadi seharusnya kita bukan menarget orang perorang, tapi membenahi. Tanjung Priok, kalau rusak, ekonomi kita terganggu. Yang senang Singapura. 70% ekonomi kita itu tergantung Tanjung Priok," ucap Refrizal.
"Kita sih senang berpolitik. Tapi masa rakyat harus susah? Pembenahan dong semangatnya, yang kurang diperbaiki. Kalau tak cocok dengan dirut Pelindo, kenapa PDIP kenapa tak suruh Jokowi menggantinya? Kalau Anda tak suka sama orang ini, bilang saja sama Jokowi," sambungnya.
Refrizal mengingatkan kepada PDIP bahwa Pelindo II bukanlah musuh. Maka itu, pandangan terhadapnya menyelesaikan permasalahan di Pelindo II harus objektif. Menurutnya, PDIP harus membuka mata bahwa sudah tiga tahun berturut-turut Pelindo II mendapat penghargaan di Asia.
"Dirutnya siapa? Kok tak disebutkan? Kenapa tak disebutkan? Memang ada yang lain dapat penghargaan? Yang baik, bilang lah baik. Yang menyimpang, masukkan penjara," tandasnya.
Sebelumnya, anggota Pansus Pelindo II DPR Junimart Girsang memastikan bahwasannya penyelidikan yang akan dilakukan oleh pihaknya terhadap Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno batal dilakukan pada hari ini Rabu 28 Oktober 2015.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengatakan, penyelidikan ditunda. Namun, Junimart enggan mengungkapkan alasan mengapa penyelidikan tersebut ditunda.
"Tentu kita punya pemikiran lain," ujar Junimart di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/10/2015).
PILIHAN:
Amien Rais Anggap Reshuffle Kabinet Dagelan
Hasil Pertemuan KMP Nilai Usulan RAPBN 2016 Tak Pro Rakyat
(kri)