PAN Minta Parpol Pendukung Pemerintah Saling Menghormati

Sabtu, 24 Oktober 2015 - 02:05 WIB
PAN Minta Parpol Pendukung...
PAN Minta Parpol Pendukung Pemerintah Saling Menghormati
A A A
JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) mengingatkan kepada partai politik (parpol) lain agar sesama parpol pendukung pemerintah Jokowi-JK untuk saling menghormati.

"Pertama, PAN belum pernah menyetor nama. Kalau PAN gabung ke pemerintah itu hak PAN, itu sikap resmi internal PAN. Jadi, parpol lain saling menghormati lah," tandas Ketua DPP PAN Yandri Susanto kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat 23 Oktober 2015.

Yandri menegaskan, reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi. Sehingga jika nanti benar terjadi reshuffle jilid II, dia meminta agar pihak manapun termasuk parpol yang ada di Koalisi Indonesia Hebat (KIH) harus menghormati hal tersebut.

"Tidak ada pihak manapun termasuk parpol menekan atau mengintervensi hak prerogatif itu," tegas sekretaris Fraksi PAN di DPR itu.

Karena itu, lanjut Yandri, pihaknya sangat menyayangkan kalau ada parpol yang responsnya terlalu dini mengomentari hal yang sejatinya bukan ranah mereka dan juga bukan hak mereka. Semestinya, sesama anak bangsa dan sesama parpol bisa saling menghormati.

"PAN punya rencana sendiri, PAN juga tidak terpengaruh dengan hal lain," imbuhnya.

Yandri mengakui bahwa PAN tidak ikut memenangkan Presiden Jokowi dalam Pilpres 2014 lalu. Namun, PAN bersedia untuk bekerja sama dengan Pemerintahan Jokowi saat ini. "Makanya, PAN sekarang siap berkeringat," tegasnya.

Lebih dari itu, dia menambahkan, PAN sendiri tidak akan menuntut posisi-posisi tertentu di pemerintahan kalau tidak diajak oleh Presiden Jokowi. PAN merasa reshuffle tidak perlu dilakukan, jika Presiden Jokowi memang merasa seperti itu.

"Jadi Nasdem dan partai-partai lain dengan berpikir dengan kepala dingin dan hati yang jernih soal reshuffle, ya terserah presiden mengenai siapa yang diganti," tutupnya.

PILIHAN:

Din Syamsuddin Kritik Hari Santri Nasional

Pembelian Pesawat Tempur Sukhoi Diminta Bebas Broker
(kri)
Berita Terkait
Deretan Gubernur dan...
Deretan Gubernur dan Menteri Hadiri Bimtek PAN di Bali
BM PAN Bersama Buruh...
BM PAN Bersama Buruh Dampingi Riyan Hidayat Ambil Formulir Caketum
PAN Gelar Kongres ke-VI...
PAN Gelar Kongres ke-VI di Jakarta, Ini Harapan BM PAN
PAN Didesak Percepat...
PAN Didesak Percepat Proses PAW Hanafi Rais
Musda PAN Tak Digelar...
Musda PAN Tak Digelar Serentak, Tahap Pertama Hanya 16 Daerah
Pengamat Nilai Komunikasi...
Pengamat Nilai Komunikasi PAN Kedepankan Politik Kerukunan Bangsa
Berita Terkini
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved