Ini Alasan Kejagung Belum Tetapkan Tersangka Bansos Sumut

Rabu, 21 Oktober 2015 - 13:44 WIB
Ini Alasan Kejagung...
Ini Alasan Kejagung Belum Tetapkan Tersangka Bansos Sumut
A A A
JAKARTA - Dua kekalahan di praperadilan selama ini rupanya dijadikan pelajaran bagi Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam menangani kasus dugaan korupsi bantuan sosial dan bantuan daerah bawahan (BDB) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2012-2013.

Sehingga, Korps Adhyaksa yang dipimpin HM Prasetyo itu tidak mau gegabah dalam menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi bantuan sosial dan BDB Pemprov Sumut itu. Diketahui, hingga saat ini Kejagung belum juga menetapkan tersangka kasus tersebut.

Jaksa Agung HM Prasetyo mengaku pihak sangat hati-hati untuk menetapkan seseorang sebaga tersangka dalam kasus dugaan korupsi Bansos Pemprov Sumut itu.

"Kenapa kesannya begitu lama menetapkan tersangka? Ya kita harus hati-hati, kan kalian tahu bagaimana orang mengajukan praperadilan, ketika dikalahkan disebut kita tidak sungguh-sungguh profesional, bahkan dikatakan harus mundur," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa 20 Oktober 2015 malam.

Politikus Partai Nasdem itu pun membandingkan jumlah kekalahan praperadilan yang dialami Kejagung dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama ini.

"KPK bahkan kalah tiga kali. kalian tahu sendiri, jadi harus fair menilai itu," ungkapnya.

Dia menjelaskan, hingga saat ini masih terus memeriksa sejumlah pihak dalam kasus itu. Bahkan, lanjut dia, pihaknya telah mengirimkan 15 jaksa untuk memeriksa 300 orang di Sumut.

Seperti diketahui, selama dipimpin HM Prasetyo, Kejagung sudah dua kali kalah dalam menghadapi praperadilan. Kali terakhir, Kejagung kalah dalam praperadilan yang diajukan PT Victoria Securities Indonesia. Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta juga kalah dalam praperadilan yang diajukan mantan Dirut PLN Dahlan Iskan.

PILIHAN:

Tangkap Dewi Yasin Limpo, KPK Sita Rp1,5 Miliar

KPK Segel Ruang Kerja Dewie Yasin Limpo
(kri)
Berita Terkait
Mensos Juliari Batubara...
Mensos Juliari Batubara Menambah Jumlah Menteri yang Ditangkap KPK
Kerugian Negara Akibat...
Kerugian Negara Akibat Korupsi Bansos Jokowi Bertambah Jadi Rp250 Miliar
Strategi Mensos Risma...
Strategi Mensos Risma Menghindari Korupsi dalam Penyaluran Bansos
KPK Ungkap Isi Bansos...
KPK Ungkap Isi Bansos Presiden yang Dikorupsi dari Beras hingga Minyak Goreng
Cita Citata Siap Kembalikan...
Cita Citata Siap Kembalikan Honor Manggungnya Jika Diminta KPK
Korupsi Bansos Dibongkar...
Korupsi Bansos Dibongkar KPK: Beras Tidak Disalurkan ke Keluarga yang Berhak
Berita Terkini
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved