Peringatan Nasdem Soal Motivasi Reshuffle Kabinet Jokowi
Selasa, 20 Oktober 2015 - 10:39 WIB
Peringatan Nasdem Soal Motivasi Reshuffle Kabinet Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Partai Nasdem mengaku tidak masalah jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan reshuffle kabinet Jilid II. Alasannya, Partai Nasdem bergabung dengan koalisi pendukung Pemerintahan Jokowi tidak didasari jatah kursi di kabinet.
Dia mengingatkan persoalan reshuffle adalah hak prerogatif Jokowi selaku presiden. Menurutnya genap usia setahun usia Pemerintahan Jokowi, wajar dilakukan peningkatan kinerja.
"Jadi ketika presiden menginginkan kinerja lebih ya, maka presiden mengatakan oh ada yang kurang. Maka kemudian presiden melakukan reshuffle. Normal kan, karena harus ada peningkatan kinerja," ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem di DPR, Irma Suryani Chaniago di Gedung DPR,Jakarta, Selasa (20/10/2015).
Namun diingatkan olehnya, reshuffle tidak boleh dimotivasi keinginan bagi-bagi kursi kekuasaan. "Tapi kalau hanya untuk memberikan partai A kursi, nah itu yang nantinya akan menjadi bumerang bagi pemerintah," ucapnya.
Wacana mengenai reshuffle kabinet Jokowi semakin santer setelah Partai Amanat Nasional (PAN) bergabung dalam koalisi pendukung Pemerintahan Jokowi.
Baca: PAN Bocorkan Reshuffle Jilid II, Menkumham & Jaksa Agung Diganti.
Dia mengingatkan persoalan reshuffle adalah hak prerogatif Jokowi selaku presiden. Menurutnya genap usia setahun usia Pemerintahan Jokowi, wajar dilakukan peningkatan kinerja.
"Jadi ketika presiden menginginkan kinerja lebih ya, maka presiden mengatakan oh ada yang kurang. Maka kemudian presiden melakukan reshuffle. Normal kan, karena harus ada peningkatan kinerja," ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem di DPR, Irma Suryani Chaniago di Gedung DPR,Jakarta, Selasa (20/10/2015).
Namun diingatkan olehnya, reshuffle tidak boleh dimotivasi keinginan bagi-bagi kursi kekuasaan. "Tapi kalau hanya untuk memberikan partai A kursi, nah itu yang nantinya akan menjadi bumerang bagi pemerintah," ucapnya.
Wacana mengenai reshuffle kabinet Jokowi semakin santer setelah Partai Amanat Nasional (PAN) bergabung dalam koalisi pendukung Pemerintahan Jokowi.
Baca: PAN Bocorkan Reshuffle Jilid II, Menkumham & Jaksa Agung Diganti.
(kur)