Fadli Zon: Bela Negara untuk Apa, Urusi Asap Saja Tak Bisa
Selasa, 13 Oktober 2015 - 18:20 WIB
Fadli Zon: Bela Negara untuk Apa, Urusi Asap Saja Tak Bisa
A
A
A
JAKARTA - Wacana rekrut kader bela negara kembali muncul di tengah publik. Ide tersebut baru dirilis Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu.
Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, pendidikan bela negara bukanlah ide baru di Indonesia. Menurutnya, di tengah situasi ekonomi saat ini, pendidikan bela negara belum jadi kebutuhan pokok bagi Indonesia.
"Saya kira yang jadi prioritas saat ini adalah ekonomi. Bagaimana memerbaiki kehidupan ekonomi masyarakat yang sekarang ini semakin susah," kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2015).
Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan (Kemenhan) perlu berhitung matang terkait anggaran, kurikulum hingga output yang hendak dicapai dalam pendidikan bela negara ini.
Meski memberi peluang pendidikan bela negara dapat dilaksanakan saat kondisi ekonomi Indonesia membaik, namun Fadli kembali menyindir program tersebut tidak tepat. Alasannya, selama ini Indonesia tidak memiliki musuh baik di dalam maupun dari luar.
"Saya kira sekarang enggak ada urgensinya bela negara. Mau membela dari apa? Ngurusin asap saja kita enggak bisa," cetus Fadli.
Pilihan:
Menko Polhukam Tegaskan Bela Negara Bukan Wajib Militer
Diperiksa KPK 12 Jam, Wagub Sumut Ungkap Pesan Surya Paloh
Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, pendidikan bela negara bukanlah ide baru di Indonesia. Menurutnya, di tengah situasi ekonomi saat ini, pendidikan bela negara belum jadi kebutuhan pokok bagi Indonesia.
"Saya kira yang jadi prioritas saat ini adalah ekonomi. Bagaimana memerbaiki kehidupan ekonomi masyarakat yang sekarang ini semakin susah," kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2015).
Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan (Kemenhan) perlu berhitung matang terkait anggaran, kurikulum hingga output yang hendak dicapai dalam pendidikan bela negara ini.
Meski memberi peluang pendidikan bela negara dapat dilaksanakan saat kondisi ekonomi Indonesia membaik, namun Fadli kembali menyindir program tersebut tidak tepat. Alasannya, selama ini Indonesia tidak memiliki musuh baik di dalam maupun dari luar.
"Saya kira sekarang enggak ada urgensinya bela negara. Mau membela dari apa? Ngurusin asap saja kita enggak bisa," cetus Fadli.
Pilihan:
Menko Polhukam Tegaskan Bela Negara Bukan Wajib Militer
Diperiksa KPK 12 Jam, Wagub Sumut Ungkap Pesan Surya Paloh
(maf)