Rekam Jejak KPK Harus Dievaluasi

Senin, 12 Oktober 2015 - 20:58 WIB
Rekam Jejak KPK Harus...
Rekam Jejak KPK Harus Dievaluasi
A A A
JAKARTA - Rekam jejak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan pemimpinnya harus segera dievaluasi. Hal ini sebagai tuntutan komitmen memerangi korupsi tanpa ada intervensi politik.

Evaluasi rekam jejak bisa dimulai dengan mengurai kasus-kasus yang telah diselesaikan KPK. "Apa yang sudah diselesaikan dan berapa kerugian negara yang sudah diselamatkan?" kata Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Cecep Hidayat di Kampus FISIP UI Depok, Senin (12/10/2015).

Cecep memperhatikan, banyak kasus yang selama ini belum diselesaikan KPK. Dia mempertanyakan keberadaan intervensi politik dalam penyelesaian kasus-kasus yang ditangani KPK. “Apakah sejauh ini KPK ini memang murni kriminal pelanggaran korupsi, ataukah KPK bersinggungan juga dengan masalah politik,” tukasnya.

“Ini harus dilihat lebih luas. Jangan sampai ada intervensi politik atau KPK memainkan secara politik. Bisa pimpinannya, bisa kasus-kasus yang diselesaikan."

Oleh karena itu, Cecep juga meminta evaluasi rekam jejak tidak hanya dilakukan terhadap KPK semata. Namun juga reputasi pimpinan KPK.

"Lihat reputasi dari pimpinan juga selama ini. Kenapa Antashari Azhar seperti itu, BW seperti itu, Abraham seperti itu. Ini memang politisasi atau memang mereka melanggar hukum. Ini harus fair,” papar Cecep.

Karena harus diingat, kata Cecep, ketika Abraham Samad naik menjadi pucuk pimpinan KPK dia mengeluarkan janjo akan menyelesaikan kasus korupsi dalam satu tahun. "Tapi ternyata enggak selesai juga, sampai dia kena kasus juga,” ujarnya.
(hyk)
Berita Terkait
Lengkap! Kronologi UU...
Lengkap! Kronologi UU No 19 Tahun 2019 tentang KPK hingga Pernyataan Terbaru Jokowi yang Picu Polemik
Janji Kuatkan Komisi...
Janji Kuatkan Komisi Pemberantasan Korupsi, Ganjar Buka Peluang Revisi Kembali UU KPK
Pimpinan DPR Ungkap...
Pimpinan DPR Ungkap Tak Ada Usulan Bahas Revisi UU KPK
Revisi UU KPK Dinilai...
Revisi UU KPK Dinilai Langgar Asas Pembentukan Undang-Undang
KPK Gaet 4 Kementerian...
KPK Gaet 4 Kementerian dan KSP Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
Pengalihan Status Jadi...
Pengalihan Status Jadi ASN, Wadah KPK Sebut Buntut dari Revisi UU KPK
Berita Terkini
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved