Bangka Barat Andalkan Wisata Sejarah

Selasa, 15 September 2015 - 10:47 WIB
Bangka Barat Andalkan...
Bangka Barat Andalkan Wisata Sejarah
A A A
MUNTOK - Kementerian Pariwisata Indonesia memperkenalkan Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung sebagai tempat wisata sejarah kepada dunia internasional.

Selain dikenal sebagai wilayah penghasil timah, Muntok juga ternyata memiliki wisata sejarah tematik. Dalam mengelola wisata Bangka Barat, Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Pemkab Bangka Barat dan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung menghelat kegiatan berskala internasional yakni The International Homestay Promotional Fair and Old Town Workshop 2015 pada Jumat (18/9) hingga Sabtu (19/8).

Acara ini dihadiri perwakilan pemerintah dan para pelaku usaha pariwisata dari Indonesia, Thailand, serta Malaysia. Staf Ahli Kementerian Pariwisata Hari Untoro Dradjat mengatakan, kegiatan di Muntok ini tonggak penting dimulainya pembangunan pariwisata di Kepulauan Bangka Belitung menuju tempat pariwisata internasional.

Apalagi, Muntok sudah dideklarasikan sebagai kota homestay dan kota pusaka bagi Bangka Barat serta Indonesia. ”Kami akan memfasilitasi promosi secara besarbesaran di wilayah nasional maupun mancanegara untuk memperkenalkan wisata sejarah di Bangka Barat,” katanya.

Animo masyarakat setempat yang cukup tinggi untuk mendukung sektor pariwisata perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah. Selain itu, dua komoditas lain seperti timah dan lada yang memiliki nilai kearifan lokal dan teknologi tradisional juga perlu diangkat agar pariwisata bisa cepat berkembang.

Muntok merupakan salah satu daerah multikultur dengan bukti peninggalan sejarah yaitu Masjid Jami dan Kelenteng Kong Fuk Miau yang berdampingan. Hal ini merupakan bukti keharmonisan masyarakat di daerah itu. Bupati Bangka Barat Zuhri M Syazali menambahkan, kegiatan ini untuk memperkenalkan Muntok ke tingkat nasional maupun internasional sebagai kota pusaka yang sudah ditetapkan pada 2012.

Kabupaten Bangka Barat, khususnya Muntok, sudah berkembang menjadi kota wisata dengan jumlah kunjungan yang terus meningkat setiap tahun. Pada 2011 kunjungan wisata ke Bangka Barat baru mencapai 6.876 orang dan tahun lalu meningkat menjadi 9.414 wisatawan.

Indonesian Heritage Conservation Board I Gede Ardika menjelaskan, Muntok memiliki banyak peninggalan budaya yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata di antaranya bekas kantor Banka Tin Winning, Pasenggarahan Muntok, dan Pasenggarahan Menumbing. Muntok juga dikenal sebagai tempat pengasingan para tokoh pendiri Indonesia seperti Soekarno, Mohammad Hatta, KH Agus Salim, dan Sultan Hamengku Buwono IX.

”Kami berharap masyarakat menguatkan saptapesona, pariwisata Bangka Barat akan berkembang pesat,” papar Mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata era Presiden Megawati Soekarnoputri ini.

Abdullah m surjaya
(ftr)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved