Maksimalkan Produk Lokal

Selasa, 15 September 2015 - 10:29 WIB
Maksimalkan Produk Lokal
Maksimalkan Produk Lokal
A A A
Tidak dapat disangkal lagi bahwa belakangan ini masyarakat khususnya kalangan pelaku bisnis sedang mengalami kegelisahan sangat mendalam akibat ekonomi yang lesu.

Dampak lain atas kejadian ini adalah melemahnya daya beli masyarakat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dalam kuartal I 2015 pertumbuhan ekonomi Indonesia lesu, hanya mampu tumbuh sekitar 4,71%. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal I 2014 yang mencapai 5,17%.

Rilis pada kuartal II tahun ini bahkan menunjukkan, itu mengalami sedikit penurunan yakni hanya 4, 67%. Anggaran Belanja Negara (APBN) 2015 secara nyata ”gagal” menjadi motor penggerak pertumbuhan. Sekali lagi, masyarakat tidak menerima argumentasi dari yang bersangkutan karena salah satu alasan rendahnya penyerapan anggaran terseok- seok karena nomenklatur kementerian dan lembaga tidak juga dibereskan dengan segera.

Data Kementerian Keuangan menyebutkan, sepanjang semester pertama, penyerapan belanja APBN-P 2015 oleh pemerintah pusat baru sebesar Rp436,1 triliun atau 33,1% dari pagu Rp1.319,5 triliun. Angka itu lebih rendah dibandingkan realisasi penyerapan anggarannya mencapai Rp468,7 triliun, 36,6% dari pagu Rp1.280,4 triliun (SP, 7/8).

Dengan demikian, sedikitnya ada Rp270 triliun dana pembangunan daerah yang mangkrak di bank. Sebuah angka yang lebih dari cukup untuk merangsang pertumbuhan ekonomi nasional, bukan begitu? Melihat situasi amat genting ini, langkah konkret pemerintah guna menyelesaikan bidang perekonomian, minimal sesuai target awal tidak bisa ditawar lagi.

Untuk itu, pemerintah harus segera mengambil langkah. Pertama, membenahi mekanisme penyerapan anggaran. APBN menjadi faktor dominan bagi kemajuan perekonomian nasional. Kedua, memaksimalkan produk lokal. Harus diakui bahwa Indonesia sampai detik ini masih bergantung pada impor seperti bahan pokok.

Terkait hal ini, ahli statistik ITS Surabaya, Kresnayana Yahya, mengungkapkan bahwa sekarang ini impor gandum sudah 8 juta ton, impor kedelai 4 juta ton, impor gula hampir 2,1 juta ton, belum lagi bawang merah dan bawang putih dan lainnya (Koran Jakarta, 7/8/2015). Jika yang terjadi demikian, kondisi Indonesia akan kesulitan saat ekonomi global tidak membaik.

Selain itu, impor juga mematikan produk lokal. Solusi atas persoalan ini adalah pemerintah harus meningkatkan daya saing produk lokal. Lebih lanjut lagi, pemerintah harus benar-benar memaksimalkan produk lokal. Impor barang atau jasa jangan lagi dijadikan sebagai alternatif utama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Indonesia pelan-pelan harus melepaskan ketergantungan dari pihak luar. Caranya, terus benahi dan maksimalkan produk lokal. Lebih dari itu, pemerintah juga harus menyelamatkan industri lokal seperti industri tekstil yang diserbu produk impor. Wallahu alam bi al-shawab.

MUHAMMAD NAJIB
Mahasiswa Fakultas Ushuluddinm, Peneliti di Monash Institute UIN Walisongo Semarang
(ftr)
Berita Terkait
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Selain Penjara 4,5 Tahun,...
Selain Penjara 4,5 Tahun, Eks Wamenaker Noel Diminta Bayar Uang Pengganti Rp3,4 Miliar
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Divonis 4,5 Tahun Penjara...
Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Ganti Pengganti Rp3,4 Miliar, Noel: Saya Menerima Hukuman Itu
GREAT Institute Dorong...
GREAT Institute Dorong Program MBG Tetap Berjalan dan Semakin Berkualitas
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Yusril Ungkap Modus 'Permainan' di Jajaran Imigrasi
Infografis
Houthi Tembak Jatuh...
Houthi Tembak Jatuh Drone AS dengan Rudal Buatan Lokal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved