PAN Serahkan Jatah Menteri ke Presiden

Senin, 14 September 2015 - 10:38 WIB
PAN Serahkan Jatah Menteri...
PAN Serahkan Jatah Menteri ke Presiden
A A A
JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyerahkan sepenuhnya soal kursi menteri kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut dia, komposisi kabinet merupakan hak prerogatif Presiden.

”Perombakan kabinet itu bergantung Presiden, bertambah atau masuknya PAN, bergantung Presiden. Bagi PAN, banyak persoalan rakyat yang harus dituntaskan dan itu lebih penting bagi partai ini,” tandas Zulkifli di Jakarta kemarin. Zulkifli pun menegaskan bahwa sikap partainya mendukung pemerintah bukan didasari pada deal politik.

Karena itu, dia meminta semua pihak untuk menghentikan polemik dan spekulasi soal jatah kursi PAN di Kabinet Kerja. ”Kita mendukung pemerintah untuk menjadi vitamin agar memberikan sinyal kuat perekonomian kita. Itu saja,” ujarnya. PAN, apalagi dirinya sebagai ketua MPR, sangat memahami ketatanegaraan dan apa makna hak prerogatif Presiden dalam menentukan pembantunya di kabinet.

Karena itu, tidak selayaknya posisi dan sikap PAN terus dipolemikkan hanya untuk urusan jatah menteri. ”Tidak ada deal-deal -an. Yang penting kita aman. Kita bisa bicara sama-sama, tidak ada lagi KIHKMP, tapi bicara dalam kerangka bangsa bersama-sama. Soal nanti kompetisi, nanti lagi pada 2019,” ungkapnya.

Terkait pernyataan Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Soetrisno Bachir yang terkesan ada pembicaraan jabatan seusai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Zulkifli menyatakan bahwa posisi Soetrisno adalah teman dekat Presiden Jokowi yang sejak awal bersama-sama dalam Pilpres 2014.

Karena itu, ujarnya, itu jangan dipahami bahwa seolah Soetrisno adalah utusan PAN untuk membicarakan kursi menteri. Masuknya PAN di gerbong pemerintah telah menimbulkan spekulasi akan mendapatkan jatah kursi menteri. Opini yang berkembang juga menyebutkan bahwa Presiden Jokowi akan kembali melakukan reshuffle untuk mengakomodasi kader PAN di kabinet.

Hal ini berpotensi mengurangi salah satu kursi menteri dari partai Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Apalagi, Ketua MPP PAN Soetrisno Bachir seusai bertemu Presiden Jokowi pada Kamis (10/9) melontarkan pernyataan agar setiap partai yang berada di jajaran pemerintah tidak hanya siap menerima jabatan, tetapi juga siap jika jumlah kursinya di kabinet berkurang.

Wakil Sekjen DPP PAN Teguh Juwarno mengatakan, ketika PAN memutuskan bergabung dengan pemerintah, itu bukan didasari kepentingan pragmatis. Karena itu, PAN tidak akan ngotot meminta jatah menteri kepada Jokowi.

PAN juga tidak akan menawarkan nama untuk jadi salah satu menteri di Kabinet Kerja Presiden Jokowi. ”Presiden yang paling tahu kebutuhan kabinet. Jadi, PAN tidak dalam posisi menyodor-nyodorkan calon menteri apalagi untuk menekan Presiden,” tandas Teguh.

Pengamat politik dari CSIS Arya Fernandes mengatakan, betapapun PAN berkilah soal peluang jatah kursi menteri, dalam politik saat ini tetap saja akan ada semacam insentif dari Presiden Jokowi atas dukungan PAN. ”Istilahnya, tidak ada makan siang gratis. PAN pasti akan masuk kabinet,” katanya.

Menurut dia, masuknya PAN ke kabinet mungkin hanya tinggal masalah waktu. ”Sekarang sudah mulai terlihat sebagian dari partai pendukung pemerintah waswas karena mungkin saja jatah kursinya di kabinet akan berkurang,” ungkapnya.

rahmat sahid
(ftr)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved