Tidak Andalkan Akademik, Utamakan Kerendahan Hati dan Kompetisi

Sabtu, 12 September 2015 - 10:56 WIB
Tidak Andalkan Akademik,...
Tidak Andalkan Akademik, Utamakan Kerendahan Hati dan Kompetisi
A A A
Dunia dikejutkan dengan banyaknya orang India yang menjadi kingpins di Silicon Valley-pusat perusahaan berbasis teknologi di Amerika Serikat.

Fenomena itu menjadi hal menarik karena orang India mampu menjadi CEO perusahaan besar dan menggeser dominasi orang Barat Semisal CEO baru Google, Sundar Pichai. Putra seorang teknisi asal Chennai, India, itu mampu menjadi arsitek Google karena menyukseskan Chrome. Dia bergabung dengan Google pada 2004 dan tidak terlalu lama untuk mencapai posisi puncak tersebut.

Apa yang menjadi Pichai sukses? Dia adalah sosok yang jauh dari sikap egosentris dan kasar yang menjadi gaya kepemimpinan CEO perusahaan pada umumnya. Tapi, Pichai menggunakan gaya yang berbeda dengan meningkatkan kualitas, daya saing dan produktivitas. Gaya yang lunak melekat pada generasi eksekutif asal India saat ini. Bukan hanya Pichai.

Microsoft menunjuk Satya Nadellaits sebagai CEO ketiga menggantikan Steve Ballmer. Perusahaan telekomunikasi multinasional Jepang SoftBank pun merekrut eksekutif Google, Nikesh Arora, sebagai pemimpin. Adobe juga dipimpin Shantanu Narayen. Dan, Sanjay Mehrotra memimpin perusahaan perlengkapan komputer SanDisk. Eksekutif asal India lain adalah bos Mastercard Ajay Banga dan Indra Nooyi yang memimpin Pepsi Co. Ternyata, kesuksesan mereka tidak berkaitan dengan kualifikasi akademik.

Menurut Venktesh Shukla, Presiden The Indus Entrepreneurs, budaya India membantu menciptakan paradigma manajemen kesuksesan. ”Budaya India menempatkan nilai kompetisi dan kerendahan hati,” tutur Shukla, kepada BBC . Orang India juga akrab dengan perbedaan, di mana mereka terbiasa berbicara dengan bahasa yang berbeda dan menghadapi orang dari beragam agama.

”Kemampuan orang India untuk menghadapi perbedaan menjadi kekuatan mereka berkembang di Silicon Valley,” imbuh Shukla. Gurnek Bains, pendiri dan lembaga konsultan psikologi YSC, mengatakan bahwa pemahaman orang India tentang perbedaan berasal dari tradisi banyak dewa, realitas yang beragam, dan perbedaan perspektif. ”Dengan demikian, mereka (orang India) dapat menyatu dalam perubahan dunia yang cepat di dalam industri teknologi informasi,” tutur penulis buku Cultural DNA: The Psychology of Globalization.

Berdasarkan penelitian YSC terhadap 200 eksekutif dari seluruh dunia membuktikan CEO asal India memiliki kekuatan untuk mencapai tujuan. Namun, para CEO dari India itu tidak memiliki kekuatan intelektual yang patut dibanggakan. Itu membuktikan bahwa tidak ada orang yang sempurna. ”Para eksekutif asal India sangat lemah dalam kerja sama tim di mana CEO asal Amerika dan Eropa memiliki keunggulan dalam hal itu,” tutur Bains.

Rahasia kesuksesan orang India meraih kesuksesan adalah kemampuan mereka. Sebanyak 6% orang yang bekerja di Silicon Valley adalah keturunan India. Namun, 15% pengusaha perintis di bidang teknologi juga berasal dari India.

Menurut Profesor Vivek Wadhwa, pengusaha asal India yang juga akademikus di beberapa universitas di AS, sepertiga perusahaan baru di bidang teknologi diluncurkan oleh orang India. ”Banyaknya orang India menjadi CEO menjadi motivasi bagi anak-anak India,” kata Wadhwa.

Arvin
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved