E-Hajj Rapi, Indonesia Ditawari Tambahan Kuota

Sabtu, 12 September 2015 - 10:51 WIB
E-Hajj Rapi, Indonesia...
E-Hajj Rapi, Indonesia Ditawari Tambahan Kuota
A A A
MEKKAH - Kabar menggembirakan datang dari Arab Saudi. Tahun ini Indonesia mendapat tawaran tambahan kuota haji sebagai bentuk apresiasi karena satusatunya negara yang dinilai rapi dalam mengikuti ketentuan e-hajj.

Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Abdul Djamil mengungkapkan, tawaran itu disampaikan saat bertemu dengan pengurus e-hajj dari Kementerian Urusan Haji Arab Saudi, Farid Mandar, Rabu (9/9).

”Pemerintah Arab Saudi mengapresiasi kesigapan Indonesia mengikuti sistem administrasi haji yang baru, yakni program e-hajj. Mereka bertanya, pada saat limit seperti ini, mau tidak Indonesia dikasih tambahan kuota,” katanya di Mekkah kemarin. Tawaran itu, menurut Djamil, agak sulit direalisasikan mengingat closing date atau batas akhir keberangkatan jamaah dari Tanah Air ke Arab Saudi sudah dipastikan 17 September 2015. Sisa waktu sepekan sangat sulit memenuhi persyaratan e-hajj, mulai dari pengurusan dokumen sampai urusan akomodasi, termasuk pemondokan, katering, dan transportasi yang harus sudah dipastikan sebelum jamaah berangkat.

”Karena itu saya bilang, kalau ada kebaikan seperti ini, saya usulkan supaya ditangguhkan untuk periode tahun yang akan datang. Perwakilan Pemerintah Arab Saudi berjanji akan membawa usulan tersebut ke pimpinannya,” ucapnya. Dia mengungkapkan, meski dinilai rapi dalam mengikuti sistem baru tersebut Kemenag sebagai Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) juga kewalahan menerapkannya. Namun, akhirnya, seluruh kuota haji reguler tahun ini sebanyak 155.200 orang bisa terpenuhi.

Sebanyak 58 visa jamaah yang merupakan pengganti dari jamaah yang batal berangkat dengan berbagai alasan seperti sakit kini sedang dalam proses administrasi. ”Terakhir tadi pagi (kemarin) saya mendengar ke-58 paspor jamaah yang mau menggantikan itu sudah disetujui visanya oleh Kementerian Luar Negeri Arab Saudi. Artinya, visa segera dicetak Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Muasasah Asia Tenggara, Muhammad Amin Hasan Indragiri mengatakan, setelah selesainya perluasan Masjidilharam, kuota haji akan kembali normal. ”Insya Allah akan dikembalikan seperti dulu,” ucapnya.

Pada tahun ini kuota haji Indonesia masih dipangkas 20% dari seharusnya 210.000 orang menjadi hanya 168.800 jamaah yang terdiri atas 155.200 jamaah haji reguler dan 13.600 jamaah haji khusus. Sunu hastoro f/mch

Laporan Wartawan Koran Sindo
Sunu Hastoro F
Mekkah
(ars)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Pakar Hukum: Secara...
Pakar Hukum: Secara Yuridis Pemeriksaan Mantan Jampidsus Tak Perlu Izin Kapolri dan Pejabat Negara Lainnya
Anggaran Rehab-Rekon...
Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program pada Kepala Daerah
Roy Suryo: Rismon Tak...
Roy Suryo: Rismon Tak Layak Jadi Saksi di Kasus Ijazah Jokowi
Menteri Dody Ungkap...
Menteri Dody Ungkap Masalah Internal Kementerian PU Sangat Serius, Bongkar Berbagai Kasus termasuk Korupsi
OTT di Lombok Barat,...
OTT di Lombok Barat, KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved