Naqabah Didesak Perbaiki Bus Haji
Kamis, 10 September 2015 - 12:12 WIB
Naqabah Didesak Perbaiki Bus Haji
A
A
A
MEKKAH - Organisasi angkutan darat Arab Saudi (Naqabah) didesak memperbaiki layanan transportasi bus antarkota untuk jamaah haji Indonesia, salah satunya bus rute Madinah-Mekkah yang pada tahun ini banyak yang mogok.
Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Abdul Djamil menyampaikan permintaan itu langsung kepada Ketua Naqabah Arab Saudi Letjen (Purn) Ahmad Abdullah Sumbawa di Kantor Naqabah, kawasan Thoriq, Mekkah, kemarin. ”Saya bertemu dengan Naqabah sebagai institusi yang bertanggung jawab masalah transportasi antarkota perhajian.
Kepada Naqabah saya minta supaya ada perbaikan untuk layanan bus yang akan membawa jamaah haji Indonesia,” ungkap Djamil yang didampingi Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Muhajirin Yanis, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Ahmad Dumyati Bashori, dan Kepala Daker Mekkah Arsyad Hidayat.
Mantan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo, Semarang, Jawa Tengah ini kembali menjelaskan bahwa pada penyelenggaraan haji tahun ini, tidak dilakukan upgrade layanan bus antarkota yang membawa jamaah haji Indonesia dari Madinah ke Mekkah, dan dari Jeddah ke Mekkah pada fase pemberangkatan. Kondisi yang sama bakal terjadi saat pemulangan jamaah dari Mekkah ke Jeddah dan Madinah.
Djamil mengaku sudah menerima laporan adanya sejumlah bus yang bermasalah saat mengangkut jamaah dari Madinah ke Mekkah. ”Saya datang ke sini untuk meminta agar jamaah haji Indonesia memperoleh perhatian khusus karena jamaah seluruh dunia akan dilayani ribuan bus yang ada. Saya minta supaya ada perbaikan, ” tegasnya.
Dalam pertemuan itu, Ahmad Sumbawa berjanji akan meninjau langsung ke Madinah untuk meminta agar ada perbaikan pada layanan bus antarkota Madinah-Mekkah yang membawa jamaah haji Indonesia. ”Besok dia (Ahmad Sumbawa) akan ke Madinah untuk melihat seperti apa kondisi di Madinah dan akan diusahakan untuk diperbaiki, utamanya dari Mekkah ke Madinah,” urainya.
Evaluasi dan catatan tentang layanan transportasi antarkota Madinah-Mekkah dan Jeddah-Mekkah ini akan dijadikan dasar pertimbangan dalam merumuskan langkah strategis untuk musim haji tahun depan. Kepala Bidang Transportasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Subhan Cholid mengakui ada bus antarkota perhajian rute Madinah-Mekkah yang bermasalah.
Selain mogok, bagasi bus juga kecil, dan tidak seperti bus baru. ”Sarikah (perusahaan penyedia layanan bus) tertentu bagasinya tidak muat, akhirnya banyak barang bawaan jemaah yang tidak terangkut meskipun banyaknya sudah sesuai dengan ketentuan,” kata Subhan. Padahal, koper besar milik jamaah haji Indonesia, selain ditaruh di bagasi juga ditaruh di atap bus. Karena tak muat, PPHI harus menyewa truk untuk membawa koper jamaah yang tak terangkut bus.
Laporan Wartawan KORAN SINDO
SUNU HASTORO F
MEKKAH
Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Abdul Djamil menyampaikan permintaan itu langsung kepada Ketua Naqabah Arab Saudi Letjen (Purn) Ahmad Abdullah Sumbawa di Kantor Naqabah, kawasan Thoriq, Mekkah, kemarin. ”Saya bertemu dengan Naqabah sebagai institusi yang bertanggung jawab masalah transportasi antarkota perhajian.
Kepada Naqabah saya minta supaya ada perbaikan untuk layanan bus yang akan membawa jamaah haji Indonesia,” ungkap Djamil yang didampingi Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Muhajirin Yanis, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Ahmad Dumyati Bashori, dan Kepala Daker Mekkah Arsyad Hidayat.
Mantan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo, Semarang, Jawa Tengah ini kembali menjelaskan bahwa pada penyelenggaraan haji tahun ini, tidak dilakukan upgrade layanan bus antarkota yang membawa jamaah haji Indonesia dari Madinah ke Mekkah, dan dari Jeddah ke Mekkah pada fase pemberangkatan. Kondisi yang sama bakal terjadi saat pemulangan jamaah dari Mekkah ke Jeddah dan Madinah.
Djamil mengaku sudah menerima laporan adanya sejumlah bus yang bermasalah saat mengangkut jamaah dari Madinah ke Mekkah. ”Saya datang ke sini untuk meminta agar jamaah haji Indonesia memperoleh perhatian khusus karena jamaah seluruh dunia akan dilayani ribuan bus yang ada. Saya minta supaya ada perbaikan, ” tegasnya.
Dalam pertemuan itu, Ahmad Sumbawa berjanji akan meninjau langsung ke Madinah untuk meminta agar ada perbaikan pada layanan bus antarkota Madinah-Mekkah yang membawa jamaah haji Indonesia. ”Besok dia (Ahmad Sumbawa) akan ke Madinah untuk melihat seperti apa kondisi di Madinah dan akan diusahakan untuk diperbaiki, utamanya dari Mekkah ke Madinah,” urainya.
Evaluasi dan catatan tentang layanan transportasi antarkota Madinah-Mekkah dan Jeddah-Mekkah ini akan dijadikan dasar pertimbangan dalam merumuskan langkah strategis untuk musim haji tahun depan. Kepala Bidang Transportasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Subhan Cholid mengakui ada bus antarkota perhajian rute Madinah-Mekkah yang bermasalah.
Selain mogok, bagasi bus juga kecil, dan tidak seperti bus baru. ”Sarikah (perusahaan penyedia layanan bus) tertentu bagasinya tidak muat, akhirnya banyak barang bawaan jemaah yang tidak terangkut meskipun banyaknya sudah sesuai dengan ketentuan,” kata Subhan. Padahal, koper besar milik jamaah haji Indonesia, selain ditaruh di bagasi juga ditaruh di atap bus. Karena tak muat, PPHI harus menyewa truk untuk membawa koper jamaah yang tak terangkut bus.
Laporan Wartawan KORAN SINDO
SUNU HASTORO F
MEKKAH
(bbg)