Puan Maharani Diminta Taat Aturan Tak Rangkap Jabatan

Rabu, 09 September 2015 - 12:28 WIB
Puan Maharani Diminta...
Puan Maharani Diminta Taat Aturan Tak Rangkap Jabatan
A A A
JAKARTA - Guru besar Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Jamal Wiwoho menilai, seharusnya Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menaati aturan Pasal 23 Undang-undang (UU) Nomor 39/2008 tentang Kementerian Negara.

Pandangan itu disampaikan Jamal menyoroti Puan yang belum mundur dari posisi anggota DPR 2014-2019 meski sudah menjabat Menko PMK.

Menurut Jamal, sebaiknya Puan mengikut langkah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung yang sudah mengajukan surat pengunduran diri saat menjabat di kabinet, seperti disampaikan Kepala Bagian Administrasi Keanggotaan Dewan dan Fraksi DPR Suratna.

"Apa yang terjadi pada Puan Maharani memang agak lain. Mestinya beliau menyikapi fenomena ini tetap dengan berpedoman (pada) Undang-undang 39 Tahun 2008 khususnya Pasal 23 tersebut," kata Jamal kepada SINDO, Rabu (9/9/2015).

Diakuinya, apa yang dilakukan oleh Tjahjo dan Pramono yang mundur sebagai 'pelaku' standar ganda yakni aktif pada partai politik dalam posisi anggota DPR sekaligus sebagai pejabat publik (menteri) sudah tepat. Baik dari segi legal maupun akuntabilitas publik.

Karenanya Jamal berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa mengambil langkah kongkret dengan menegur Puan. Penyampaian teguran pun bisa dilakukan secara elegan. Apalagi dari satu partai.

"Secara kedinasan mestinya Pak jokowi tetap memberikan penyejuk suasana itu. Namun secara kekeluargaan bisa disampaikan dengan baik," tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Administrasi Keanggotaan Dewan dan Fraksi DPR Suratna menyatakan, Tjahjo Kumolo dan Pramono sudah menyampaikan surat penguduran diri sebagai anggota DPR 2014-2019, sedangkan Puan hingga Selasa 8 September 2015 belum.

Tjahjo menyampaikan surat pada 28 Oktober 2014 dan Pramono 14 Agustus 2015. Tapi surat Tjahjo dan Pramono belum bisa diproses Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR untuk Pergantian Antarwaktu (PAW) sebelum ada surat dari PDIP.

Pilihan:

Reaksi Golkar Terkait Setya Novanto dan Donald Trump
(maf)
Berita Terkait
DPR Ingatkan Pemerintah...
DPR Ingatkan Pemerintah Pengeluaran Anggaran Tepat Sasaran dan Bermanfaat
DPR Terus Kritisi 5...
DPR Terus Kritisi 5 Kementerian Pakai Rekening Pribadi Kelola APBN
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Tiga Masalah di Balik...
Tiga Masalah di Balik Kebijakan New Normal
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved