Iwapi DKI Jakarta Fokus Tingkatkan Kualitas SDM
Rabu, 02 September 2015 - 09:37 WIB
Iwapi DKI Jakarta Fokus Tingkatkan Kualitas SDM
A
A
A
JAKARTA - Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) DKI Jakarta menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Balai Kota kemarin. Program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi pokok utama pembahasan dalam Rakerda kedua tersebut.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Iwapi DKI Jakarta Tatyana Sutara mengatakan, dengan melemahnya nilai mata uang rupiah dan kenaikan harga kebutuhan yang terjadi saat ini, pihaknya berharap usaha kecil menengah (UKM) mampu menjadi tulang punggung perekonomian negara seperti apa yang terjadi pada krisis ekonomi 1998 silam.
Pihaknya pun fokus mencari solusi dengan menciptakan program, salah satunya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Apalagi, 85% anggota Iwapi DKI Jakarta adalah pelaku UKM. Iwapi pun terus didukung Pemprov DKI Jakarta, salah satunya melalui pemberian tempat di Balai Kota.
”Dengan adanya dukungan dari pemerintah, kami berharap kerja sama UKM dengan pemerintah dapat mengulang kembali perbaikan krisis ekonomi 1998,” kata Tatyana Sutara di Balai Kota kemarin. Taty menjelaskan, peningkatan kualitas industri UKM tentunya harus dimulai dari perbaikan kualitas SDM. Ide dan kreativitas SDM memengaruhi kualitas produksi UKM.
Dia pun meminta lima dewan pimpinan cabang Iwapi yang hadir pada Rakerda agar memberikan pelatihan kepada masing- masing anggotanya. Pelatihan tersebut di antaranya penambahan wawasan untuk meningkatkan kualitas produk, desain kemasan, hingga efisiensi bahan produksi agar harga jual produk tidak menjadi mahal. ”Sebentar lagi kita menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), kalau kita tidak cepat meningkatkan kualitas SDM, persaingan ekonomi kita menjadi sulit,” tandasnya.
Setelah Rakerda, Iwapi DKI Jakarta akan mengikuti Munas Iwapi yang diselenggarakan dua minggu lagi. ”Mari kita manfaatkan pertemuan tersebut untuk memperkuat jejaring dan mempermudah usaha kita,” tegas Taty di depan puluhan peserta Rakerda. Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Bidang Investasi, Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Irwan Hutasoit meminta Iwapi mampu meningkatkan kualitas SDM dengan mengutamakan sektor inovasi.
Berdasarkan hasil survei, pengusaha yang mampu berinovasi baru sekitar 50% dan faktor SDM menjadi titik lemah paling dominan. Hal ini menjadikan peringkat dunia usaha di Indonesia turun dari 85 menjadi 87. ”Kami berharap ada program tepat dari Rakerda Iwapi kepada anggotanya dengan meningkatkan kualitas sehingga usaha produk lokal menjadi berkembang,” ungkapnya.
Sebagai organisasi yang berada di bawah Kadin DKI Jakarta, Irwan menyarankan DPD Iwapi DKI Jakarta mampu meningkatkan wawasan anggotanya dengan memanfaatkan teknologi, berbahasa internasional, dan melahirkan ide kreatif yang mampu menciptakan inovasi. Sebagai barometer daerah lain, Iwapi DKI Jakarta juga harus mampu menembus pasar ekspor.
”Kalau sudah mampu produksi keluar, Indonesia yang ikut serta dalam MEA dipastikan mampu melakukan persaingan pasar bebas,” pungkasnya. Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta Irwandi berjanji akan terus melibatkan Iwapi untuk mendongkrak UKM-UKM binaan.
Iwapi harus berperan penting meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan perekonomian masyarakat, memperluas wawasan masyarakat, dan mendorong usaha mikro semakin berkembang. ”Kami berharap Iwapi terus bermitra dengan kami. Ayo kita terus bikin program, jangan takut nggak ada duit. Jakarta itu kaya, jadi nggak usah khawatir, kita yakin Jakarta bisa berdiri tegak,” ujarnya.
Dalam situasi ekonomi saat ini, Irwandi menegaskan, UKM di DKI Jakarta tidak mengalami krisis. Berdasarkan pengamatan setiap hari di lapangan, UKM kaki lima tetap ramai pembeli. Artinya, UKM berpeluang besar untuk menjadi tulang punggung perbaikan ekonomi negara. ”Yang terkena imbasnya usaha menengah atas. Warteg, warung klontong tetap ramai kok . Jadi, jangan takut dengan kondisi ekonomi saat ini. Kami optimistis krisis ini bisa dilalui. Jadi saya berharap kita terus bermitra,” pungkasnya.
Bima setiyadi
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Iwapi DKI Jakarta Tatyana Sutara mengatakan, dengan melemahnya nilai mata uang rupiah dan kenaikan harga kebutuhan yang terjadi saat ini, pihaknya berharap usaha kecil menengah (UKM) mampu menjadi tulang punggung perekonomian negara seperti apa yang terjadi pada krisis ekonomi 1998 silam.
Pihaknya pun fokus mencari solusi dengan menciptakan program, salah satunya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Apalagi, 85% anggota Iwapi DKI Jakarta adalah pelaku UKM. Iwapi pun terus didukung Pemprov DKI Jakarta, salah satunya melalui pemberian tempat di Balai Kota.
”Dengan adanya dukungan dari pemerintah, kami berharap kerja sama UKM dengan pemerintah dapat mengulang kembali perbaikan krisis ekonomi 1998,” kata Tatyana Sutara di Balai Kota kemarin. Taty menjelaskan, peningkatan kualitas industri UKM tentunya harus dimulai dari perbaikan kualitas SDM. Ide dan kreativitas SDM memengaruhi kualitas produksi UKM.
Dia pun meminta lima dewan pimpinan cabang Iwapi yang hadir pada Rakerda agar memberikan pelatihan kepada masing- masing anggotanya. Pelatihan tersebut di antaranya penambahan wawasan untuk meningkatkan kualitas produk, desain kemasan, hingga efisiensi bahan produksi agar harga jual produk tidak menjadi mahal. ”Sebentar lagi kita menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), kalau kita tidak cepat meningkatkan kualitas SDM, persaingan ekonomi kita menjadi sulit,” tandasnya.
Setelah Rakerda, Iwapi DKI Jakarta akan mengikuti Munas Iwapi yang diselenggarakan dua minggu lagi. ”Mari kita manfaatkan pertemuan tersebut untuk memperkuat jejaring dan mempermudah usaha kita,” tegas Taty di depan puluhan peserta Rakerda. Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Bidang Investasi, Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Irwan Hutasoit meminta Iwapi mampu meningkatkan kualitas SDM dengan mengutamakan sektor inovasi.
Berdasarkan hasil survei, pengusaha yang mampu berinovasi baru sekitar 50% dan faktor SDM menjadi titik lemah paling dominan. Hal ini menjadikan peringkat dunia usaha di Indonesia turun dari 85 menjadi 87. ”Kami berharap ada program tepat dari Rakerda Iwapi kepada anggotanya dengan meningkatkan kualitas sehingga usaha produk lokal menjadi berkembang,” ungkapnya.
Sebagai organisasi yang berada di bawah Kadin DKI Jakarta, Irwan menyarankan DPD Iwapi DKI Jakarta mampu meningkatkan wawasan anggotanya dengan memanfaatkan teknologi, berbahasa internasional, dan melahirkan ide kreatif yang mampu menciptakan inovasi. Sebagai barometer daerah lain, Iwapi DKI Jakarta juga harus mampu menembus pasar ekspor.
”Kalau sudah mampu produksi keluar, Indonesia yang ikut serta dalam MEA dipastikan mampu melakukan persaingan pasar bebas,” pungkasnya. Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta Irwandi berjanji akan terus melibatkan Iwapi untuk mendongkrak UKM-UKM binaan.
Iwapi harus berperan penting meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan perekonomian masyarakat, memperluas wawasan masyarakat, dan mendorong usaha mikro semakin berkembang. ”Kami berharap Iwapi terus bermitra dengan kami. Ayo kita terus bikin program, jangan takut nggak ada duit. Jakarta itu kaya, jadi nggak usah khawatir, kita yakin Jakarta bisa berdiri tegak,” ujarnya.
Dalam situasi ekonomi saat ini, Irwandi menegaskan, UKM di DKI Jakarta tidak mengalami krisis. Berdasarkan pengamatan setiap hari di lapangan, UKM kaki lima tetap ramai pembeli. Artinya, UKM berpeluang besar untuk menjadi tulang punggung perbaikan ekonomi negara. ”Yang terkena imbasnya usaha menengah atas. Warteg, warung klontong tetap ramai kok . Jadi, jangan takut dengan kondisi ekonomi saat ini. Kami optimistis krisis ini bisa dilalui. Jadi saya berharap kita terus bermitra,” pungkasnya.
Bima setiyadi
(bbg)