Pendukung Najib Ancam Demo Tandingan

Senin, 31 Agustus 2015 - 10:12 WIB
Pendukung Najib Ancam...
Pendukung Najib Ancam Demo Tandingan
A A A
KUALA LUMPUR - Partai pendukung Pemerintah Malaysia, Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), mengancam menggelar demonstrasi tandingan dengan mengerahkan massa lebih banyak sebagai bentuk dukungan kepada Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak.

Ancaman ini muncul saat ribuan demonstran oposisi kembali mengubah Kuala Lumpur menjadi lautan kaus kuning kemarin. Kepala Divisi UMNO Jamal Yunos menyatakan, satu juta ”kaus merah” yang mendukung pemerintah akan menggelar pawai di Kuala Lumpur pada 10 Oktober mendatang untuk menandingi unjuk rasa oposisi akhir pekan lalu.

”Ini menunjukkan solidaritas rakyat Malaysia bahwa Najib tetap memiliki dukungan mayoritas,” ujar Yunos pada kantor berita Reuters. Kemarin demonstran yang tergabung dalam gerakan ”Bersih” menggelar unjuk rasa hari kedua menuntut Najib Razak mundur dari jabatannya karena dianggap terlibat dalam skandal korupsi. Ribuan pengunjuk rasa bermalam dengan membangun tendadekatLapanganMerdekadi Kuala Lumpur.

Mereka bergabung dengan ribuan massa lainnya membentuk pawai yang diisi dengan orasi, bernyanyi, berdoa, sekaligus berfoto selfie. Jumlah pengunjuk rasa menurut grup aktivis reformasi pemilu, Bersih, mencapai 200.000 orang. Pihak kepolisian mengklaim demonstran hanya mencapai 29.000 orang. Deputi PM Malaysia Zahid Hamidi yang juga menjabat sebagai menteri dalam negeri dan bertanggung jawab pada keamanan domestik mengancam para pengorganisir unjuk rasa tersebut.

Menurut Hamidi, penyelenggara dapat menghadapi kemungkinan dakwaan mengumpulkan massa secara ilegal, menghasut publik, dan melanggar undang-undang lainnya. ”Apayangpentingialahsaya memberi wewenang polisi untuk bertindak,” tegasnya tanpa memberi rincian lebih lanjut.

Najib mendapat kritik setelah Wall Street Journal bulan lalu memublikasikan dokumen Malaysia yang menunjukkan hampir USD700 juta disimpan di rekening bank pribadi Najib sejak 2013. Para menteri kabinet menyebut transfer dana itu merupakan ”donasi politik” dari sejumlah sumber di Timur Tengah. Rekening itu kemudian ditutup dan keberadaan uang tersebut tidak dijelaskan pada publik.

Belasan Ditahan

Najib menyangkal bersalah dan menuding ada konspirasi politik untuk menggulingkannya. Kantorberita Bernama melaporkan, sebanyak 12 orang ditahan di Kota Malaka karena mengenakan kaus Bersih. Mereka kemudian dilepaskan. Tidak dijelaskan apa dakwaan yang akan mereka terima. Sementara pengunjuk rasa di Kuala Lumpur semakin bersemangat dengan kehadiran mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad, 90, kemarin.

Saat ini Mahathir masih memiliki pengaruh kuat di partai berkuasa, UMNO. Kehadiran Mahathir mengejutkan karena saat menjabat sebagai PM pada 1981-2003, dia juga mengambil langkah keras terhadap para penentangnya. Mahathir mendesak Najib segera mundur dan menuduhnya korupsi serta salah mengelola pemerintahan. Mahathir menegaskan, klaim bahwa uang Najib berasal dari donor politik asing adalah sesuatu yang ”konyol.”

Penyelenggara demonstrasi menegaskan, kehadiran Mahathir menunjukkan unjuk rasa itu tidak hanya didukung kubu oposisi. Beberapa pengamat menilai unjuk rasa ini tidak banyak mengancam Najib. Gerakan reformasi kekurangan dukungan di wilayah pedesaan, tempat pemerintah menikmati dukungan kuat. Oposisi Malaysia juga mengalami perpecahan dan Najib mengontrol kuat berbagai lembaga penting seperti kepolisian, peradilan, dan parlemen.

”Mereka yang memakai baju kuning ini, siapa mereka? Mereka ingin merusak nama baik kita (dan) mencoreng arang hitam di wajah Malaysia pada dunia luar,” tegas Najib pada Sabtu (29/8). UMNO terus berkuasa dalam waktu lama karena memiliki basis kekuatan yakni etnis Melayu muslim yang mencakup 60% populasi beragam ras dan agama.

Kendati demikian, rezim ini terus kehilangan suara dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di kalangan minoritas China karena sejumlah skandal korupsi, perlakuan keras pada para pengkritik, dan kebijakan yang lebih menguntungkan etnis Melayu. Najib merupakan putra PM kedua Malaysia, Tun Abdul Razak Hussein.

Dia memegang pucuk kekuasaan PM sejak 3 April 2009 selepas mundurnya PM Abdullah Ahmad Badawi. Dia berusaha menggambarkan dirinya sebagai pemimpin baru UMNO setelah menjabat pada 2009.

Syarifudin
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
Infografis
6 Kendaraan Polisi yang...
6 Kendaraan Polisi yang Biasa Diterjunkan dalam Aksi Demo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved