Fundamental Ekonomi Harus Diperkuat

Sabtu, 29 Agustus 2015 - 10:51 WIB
Fundamental Ekonomi...
Fundamental Ekonomi Harus Diperkuat
A A A
JAKARTA - Paket kebijakan yang sedang disiapkan pemerintah harus mengarah pada penguatan fundamental ekonomi nasional.

Deregulasi aturan mesti diarahkan pada upaya menarik investasi langsung, pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah UMKM), serta pembangunan infrastruktur. Pengamat ekonomi Institute of Development for Economics and Finance (Indef) Eko Listianto berharap, pemerintah fokus memberdayakan UMKM lantaran sektor ini masih dominan yang dikerjakan masyarakat.

Sektor UMKM juga banyak menyerap tenaga kerja. ”Dalam pembiayaan, harus ada inovasi pembiayaan UMKM. Tidak hanya berdasarkan jaminan/agunan, tetapi juga bisa dengan berbasis kelayakan usaha UMKM. Dengan demikian UMKM akan tertolong,” ujarnya saat dihubungi KORAN SINDO di Jakarta kemarin.

Dia juga mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada pembangunan proyek-proyek infrastruktur yang besar saja. Perhatian juga harus diberikan pada usaha membangun infrastruktur yang bersifat padat karya. ”Terutama pembangunan infrastruktur perdesaan yang dikerjakan bersama-sama warga,” tambahnya.

Cara ini dinilainya penting untuk memperkuat daya beli masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja. Dengan demikian, pengangguran dan kemiskinan sebagai imbas perekonomian yang lesu bisa dicegah. Seperti diberitakan, pemerintah segera menerbitkan paket kebijakan besar untuk menyelamatkan perekonomian. Paket itu diharapkan dapat memperlancar aktivitas ekonomi dan mendorong masuknya investasi.

Revisi peraturan mengenai insentif pembebasan atau pengurangan pajak penghasilan (tax holiday ) merupakan awal dari paket kebijakan yang akan diterbitkan pemerintah. Dari Seoul, Korea Selatan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) memastikan paket kebijakan untuk menggairahkan perekonomian akan diterbitkan pekan depan.

Rumusan paket kebijakan ini menurut Wapres telah dibicarakan di kantornya beberapa waktu lalu. Beberapa poin paket kebijakan yang akan diumumkan antara lain mengurangi impor, meningkatkan industri dalam negeri, mempercepat pembangunan nasional terutama infrastruktur, dan mempercepat penyerapan anggaran di daerah.

Selain itu mengurangi peraturan yang menghambat investasi, termasuk memberikan keringanan pajak, meningkatkan investasi baik bagi investor asing maupun dalam negeri dan menarik valuta asing.

”Paket itulah yang tentu kita harus jalankan. Termasuk tadi bagaimana memperlancar semua kebijakan ini dengan memperkuat sistem pemerintahan. Ini seperti yang kita bicarakan beberapa hari lalu bagaimana kekhawatiran, bagaimana pejabat bertindak itu harus kita lindungi. Itu antara lain (kebijakannya). Kalau yang lainnya ya mempercepat saja program itu,” ujar JK.

Dia menegaskan, pemerintah telah membentuk tim untuk membahas berbagai kebijakan ekonomi tersebut, termasuk mengundang beberapa pengusaha ke kantornya. ”Para pengusaha sudah diundang ke kantor saya untuk mengemukakan aturan apa yang harus di deregulasi,” ungkapnya.

Wapres optimistis investasi asing akan tetap masuk ke Indonesia, terutama Korsel, yang memanfaatkan situasi melemahnya ekonomi Indonesia. Hal tersebut dipastikan JK setelah bertemu dengan para pengusaha Korsel di Seoul, Rabu-Jumat kemarin, dalam kunjungan kerjanya selama enam hari.

”Ya itu memang melalui (penarikan) valuta asing, berarti mempermudah orang berinvestasi. Memang seperti di Korsel kemarin saya kan dua hari bicara terus, mereka kan ingin masuk semuanya,” tandas dia.

Di bagian lain, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan, pandangan sejumlah ekonom senior, yaitu JB Sumarlin, Marzuki Usman, dan Burhanuddin Abdullah, tentang kebijakan perbaikan ekonomi sejalan dengan langkah yang telah diambil pemerintah.

Hal ini disampaikan Luhut setelah dirinya menerima kedatangan tiga ekonom senior tersebut di Kemenko Polhukam, Jakarta, kemarin. ”Hari ini saya merasa senang karena konsep-konsep pemerintah sejalan dengan pemikiran para ekonom senior,” ujar Luhut.

Rahmat fiansyah/ Rarasati syarief/ant
(ftr)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved