Serat Nano Karbon Terbuat dari CO2 di Udara

Minggu, 23 Agustus 2015 - 10:16 WIB
Serat Nano Karbon Terbuat...
Serat Nano Karbon Terbuat dari CO2 di Udara
A A A
Para pakar di Amerika Serikat (AS) menemukan cara mengambil karbon dioksida (CO2) dari udara dan membuat serat nano karbon (carbon nanofiber), bahan manufaktur penting.

Peneliti membuat sistem bertenaga surya yang mengalirkan arus listrik melalui pipa berisi garam cair yang panas. Cairan itu menyerap CO2 di atmosfer dan serat karbon kecil dengan lambat terbentuk di salah satu elektroda. Saat ini para peneliti mampu memproduksi 10 gram serat nano karbon per jam.

Tim peneliti mengaku dapat meningkatkan jumlah karbon yang mereka produksi dan akan memiliki dampak pada emisi CO2. Meski demikian, para peneliti lain tidak yakin. Menurut Profesor Stuart Licht dari George Washington University, hasil penelitian ini jelas menawarkan cara lebih mudah untuk membuat serat nano karbon dibandingkan menggunakan metode yang telah ada.

”Hingga sekarang serat nano karbon terlalu mahal untuk banyak aplikasi,” katanya kepada para wartawan dalam pertemuan American Chemical Society di Boston, dikutip BBC . Serat nano karbon tela digunakan dalam sejumlah aplikasi high-end seperti komponen elektronik dan baterai. Jika harganya bisa turun, bahan ini dapat digunakan untuk keperluan lebih luas seperti membuat komposit karbon yang lebih kuat dan ringan, yang biasa digunakan di pesawat dan komponen mobil.

Pertanyaan yang muncul, apakah reaksi ”satu pot” yang ditunjukkan Profesor Licht dan timnya itu dapat membantu menurunkan biaya pembuatan serat nano karbon. Ide mengubah CO2 dari udara menjadi produk yang bermanfaat merupakan isu yang sudah lama populer. Sayangnya, saat ini sebagian besar masih berupa janji dan bukan cerita sukses. Meski demikian, Profesor Licht yakin desainnya dapat berhasil.

”Peningkatan skala produksi bisa sangat mudah dan seluruh proses menggunakan energi yang rendah,” sebutnya. Dia juga menegaskan sistem itu dapat menyediakan langkah yang lebih masuk akal untuk menurunkan level CO2 di atmosfer. Hasil ini akan melibatkan adopsi sejumlah reaktor dalam skala besar dan ide ini telah membuat banyak alis mata terangkat. Dr Katy Armstrong, pakar kimia di University of Sheffield, menjelaskan, proses ini menjaminkan dan sangat menarik dalam skala laboratorium, tapi visi besar Profesor Licht mungkin problematis.

”Seperti mereka menangkap CO2 dari udara, proses ini akan berhadapan dengan volume gas yang besar untuk dikumpulkan demi membuat sejumlah karbon, yang dapat meningkatkan biaya proses saat skalanya bertambah,” ungkapnya. Dr Paul Fennell, peneliti energi bersih dan pakar kimia di Imperial College London, berpendapat, ”Jika mereka dapat membuat serat nano karbon, itu tujuan terpuji dan mereka memiliki produk bernilai.

Tapi, jika ide Anda mengambil CO2 dari atmosfer dan membuat banyak serat nano karbon sehingga membuat perbedaan pada perubahan iklim, saya akan sangat terkejut jika Anda dapat melakukannya.” Profesor Licht menegaskan, penelitian ini sangat penting untuk dicoba. ”Tidak ada hasil tangkapan apa pun: diperlukan kerja sama, untuk menguji ini pada skala lebih besar, menggunakan sumber daya untuk melakukan itu,” katanya.

Para pakar kimia lainnya terkesan dengan fakta sederhana bahwa tim Profesor Licht telah memproduksi serat nano dari karbon atmosfer. Dr Dario Corradini juga di American Chemical Society menyajikan hasil kerja teoritisnya untuk penyerapan CO2 dengan cara serupa sel elektrokimia.

”Ini sel-sel yang relatif murah dalam konsumsi energi. Ini jelas pendekatan realistis untuk memproduksi serat nano,” tuturnya.

Syarifudin
(ars)
Berita Terkait
Staf Ahli Mendikdasmen:...
Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Berebut Superpower Sains
Berebut Superpower Sains
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Sains yang Nirmakna
Sains yang Nirmakna
Jaring Talenta Bidang...
Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Sains, Corona, dan Agama
Sains, Corona, dan Agama
Berita Terkini
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved