ICW: 10 dari 19 Capim KPK Miliki Catatan Negatif

Sabtu, 22 Agustus 2015 - 03:31 WIB
ICW: 10 dari 19 Capim...
ICW: 10 dari 19 Capim KPK Miliki Catatan Negatif
A A A
JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Kelompok Masyarakat Sipil Antikorupsi menilai 10 dari 19 nama kandidat calon pemimpin (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki catatan negatif berkategori sedang-berat.

Catatan itu disampaikan langsung oleh para pegiat antikorupsi kepada panitia seleksi (Pansel) Capim KPK di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta Pusat.

Ditemui usai pertemuan, Koordinator Divisi Investigasi ICW Febri Hendri mengatakan, dalam pertemuan yang dilakukan ICW dan Pansel mulai pukul 17.00 hingga 20.30 WIB, pihaknya memaparkan tiga aspek masalah yang berhasil ditemukan. Ketiga aspek itu ialah integritas, kualitas dan administrasi.

"Kami menyampaikan temuan kami ke Pansel, dan Pansel juga menanggapi dengan kritis," kata Febri, Jumat (21/8/2015) malam.

Febri merincikan sejumlah poin yang merupakan pengembangan dari tiga aspek yang diserahkan ICW. Pada aspek integritas, ada empat orang kandidat diduga terkait dengan kelompok bisnis yang berpotensi konflik dengan pengusutan kasus di KPK.

Selain itu, ada pula poin lain seperti penyalahgunaan wewenang, masalah HAM, dan potensi korupsi. "Hal ini perlu diperhatikan Pansel Capim KPK karena lembaga antikorupsi ini telah menyelidiki kasus korupsi yang melibatkan berbagai tokoh," ujar Febri.

Sementara itu, tiga kandidat lainnya diduga terkait atau memiliki hubungan dengan jaringan intelijen. Dua kandidat tercatat memiliki kaitan dengan jaringan politik atau diduga memiliki interest politik di 2019.

Selanjutnya, pada aspek kualitas, tiga orang diduga memiliki kinerja buruk dalam penyidikan kasus korupsi dan sedikit pengalaman dengan penyidikan atau penuntutan kasus korupsi. Dua orang lainnya dipertanyakan dalam hal keberanian memberantas korupsi.

Sementara itu, dari sisi administrasi, ada dua orang kandidat diduga bermasalah dengan pajak. Sementara seorang lainnya diduga bermasalah dengan ijazah.

"Kami tracking secara terbuka dan tertutup. Terbuka yaitu lewat wawancara dengan kandidat dan orang-orang dekatnya. Tertutup yaitu investigasi di luar pengetahuan yang bersangkutan," tegas Febri.

PILIHAN:

Soal Kasus Century, Ruhut Sebut Misbakhun Orang Stres

Disebut Stres oleh Ruhut, Ini Reaksi Misbakhun
(kri)
Berita Terkait
KPK Gaet 4 Kementerian...
KPK Gaet 4 Kementerian dan KSP Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
KPK Kembali Dipimpin...
KPK Kembali Dipimpin oleh Jenderal Polisi
Pegawai KPK Tolak Pelatihan...
Pegawai KPK Tolak Pelatihan Bela Negara di Kemenhan
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
Ahok Sambangi KPK, Diperiksa...
Ahok Sambangi KPK, Diperiksa Terkait Kasus LNG Pertamina
KPK Tetapkan Wali Kota...
KPK Tetapkan Wali Kota Tanjungbalai sebagai Tersangka
Berita Terkini
Cerita Prabowo tentang...
Cerita Prabowo tentang 2 Angka Keberuntungan di Hidupnya: 8 dan 13 Selalu Muncul
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved