Anggota DPR Ini Yakin Jokowi Gelar Reshuffle Jilid II
Minggu, 16 Agustus 2015 - 13:16 WIB
Anggota DPR Ini Yakin Jokowi Gelar Reshuffle Jilid II
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Muslim Ayub menilai, Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum puas dengan perombakan kabinet (reshuffle) yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu.
Menurutnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan melakukan 'kocok ulang' reshuffle kabinet jilid II dalam beberapa waktu kedepan.
"Saya yakin akan ada jilid kedua (reshuffle), akan ada beberapa menteri yang kinerjanya tidak baik, akan dilakukan pergantian," kata Muslim saat dihubungi, Sabtu (16/8/2015).
Meski diprediksi bakal ada reshuffle kabinet jilid II, dia tak merinci menteri apa saja yang pantas dieliminasi. Menurutnya, hal itu menjadi penilaian pribadi Presiden.
Muslim memberi catatan, sejumlah menteri yang layak diganti adalah mereka yang dianggap gagal melakukan penyerapan anggaran sampai 20 persen. Menurut dia, kategori itu dianggap hal mutlak buat mencopot menteri.
"Apabila ada menteri-menteri yang dalam melaksanakan tugasnya tidak sesuai keinginan Jokowi, saya rasa kita sependapat juga pergantian jilid kedua ini diharapkan terjadi," ujar politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini.
Menurutnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan melakukan 'kocok ulang' reshuffle kabinet jilid II dalam beberapa waktu kedepan.
"Saya yakin akan ada jilid kedua (reshuffle), akan ada beberapa menteri yang kinerjanya tidak baik, akan dilakukan pergantian," kata Muslim saat dihubungi, Sabtu (16/8/2015).
Meski diprediksi bakal ada reshuffle kabinet jilid II, dia tak merinci menteri apa saja yang pantas dieliminasi. Menurutnya, hal itu menjadi penilaian pribadi Presiden.
Muslim memberi catatan, sejumlah menteri yang layak diganti adalah mereka yang dianggap gagal melakukan penyerapan anggaran sampai 20 persen. Menurut dia, kategori itu dianggap hal mutlak buat mencopot menteri.
"Apabila ada menteri-menteri yang dalam melaksanakan tugasnya tidak sesuai keinginan Jokowi, saya rasa kita sependapat juga pergantian jilid kedua ini diharapkan terjadi," ujar politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini.
(maf)