Menhan Optimistis Alutsista RI Nomor Tiga Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2015 - 09:48 WIB
Menhan Optimistis Alutsista...
Menhan Optimistis Alutsista RI Nomor Tiga Dunia
A A A
MALANG - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu optimistis Indonesia masuk sebagai negara nomor tiga di dunia dalam alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Menurut dia, Survei Global Power Fire saat ini menempatkan Indonesia di urutan ke-12 dunia dalam kemampuan alutsistanya. Sebelumnya Indonesia menduduki urutan ke-19 dunia. Data itu bisa dijadikan landasan bagi pemerintah dan pembuat kebijakan untuk mendorong dan memotivasi setidaknya dalam 10 tahun ke depan Indonesia bisa masuk 10 atau tiga besar dunia ”Kita bersyukur ada perubahan posisi Indonesia di dunia terkait kemampuan alutsista saat ini.

”Insya Allah (masuk tiga dunia). Kita memiliki semua bahan-bahannya. Tembaga menumpuk di Papua dan yang lain-lain ada, tinggal bagaimana ada campurannya. Kita perlu belajar untuk menggabungkan itu,” katanya saat menghadiri Seminar Nasional 25 Tahun SMA Taruna Nusantara, dan mengunjungi pabrik pembuatan amunisi milik PT Pindad, di Malang, Jawa Timur, Rabu (12/8).

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini mengakui kemampuan PT Pindad dalam memproduksi amunisi. Menurut dia, kualitas amunisi yang diproduksi Pindad sudah diakui karena memenuhi standar internasional.

Menurut dia, sekarang ini saja Pindad kewalahan melayani pesanan dari Arab Saudi 40 juta butir amunisi. Adapun produksi satu hari sudah mencapai 600.000 butir peluru. Dia mengapresiasi produk Pindad digunakan Arab Saudi. Sebagai negara kaya raya, Arab Saudi bisa membeli alutsista di mana-mana.

Direktur Produksi Hankam PT Pindad Tri Hardjono mengatakan, kemampuan Pindad dalam memproduksi amunisi cukup baik. Hanya, perlu beberapa hal untuk meningkatkan kemampuannya seperti lapangan tembak di atas 30 kilometer (km) karena lapangan yang ada hanya di 20 km, termasuk, senjata, dan investasi mesin crimping .

”Harapan kami bisa cepat terpenuhi. Sekarang Pindad sudah mampu memproduksi 600-650.000 butir amunisi. Selain Arab Saudi, Thailand dan Singapura juga merupakan negara pengguna amunisi produk Pindad,” pungkasnya.

Terpisah, anggota Komisi I DPR Meutya Hafidz berharap bukan hanya alutsista yang bagus, tapi juga kualitas tentaranya. Indonesia juga harus mampu memproduksi sendiri alutsista melalui transfer of technology (TOT).

Sucipto
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Mendagri Harapkan Lulusan...
Mendagri Harapkan Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
KPK Tahan 3 Tersangka...
KPK Tahan 3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jawa Timur
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved