4 Keuntungan PDIP Atas Reshuffle Kabinet Jokowi
Kamis, 13 Agustus 2015 - 11:33 WIB
4 Keuntungan PDIP Atas Reshuffle Kabinet Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memperoleh kemenangan besar dari reshuffle kabinet yang telah dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat Indonesia untuk Demokrasi (Sigma) Said Salahudin menyebutkan empat kemenangan politik yang diraih PDIP.
Pertama adalah, masuknya politikus senior PDIP Pramono Anung menambah jumlah kader partai pimpinan Megawati Soekarno putri itu di kabinet Jokowi.
"Kemenangan politik Mega terlihat hanya satu saja, yakni bertambahnya kursi PDIP di kabinet. Tapi sesungguhnya Mega menyabet empat keuntungan politik sekaligus," kata Said kepada Sindonews, Kamis (13/8/2015).
Keuntungan politik berikutnya PDIP adalah selamatnya Puan Maharani dari reshuffle kabinet yang dilakukan Jokowi. Padahal, kata dia kinerja putri dari Megawati itu sebagai Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) tidak baik.
Dia menambahkan, selamatnya Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly dari reshuffle menambah keuntungan untuk PDIP. Padahal, kata dia, Yasonna Hamonangan Laoly berada di peringkat teratas yang patut digant. "Padahal publik sudah mendorong agar Yasonna segera dicopot dari jabatannya," ucapnya.
Sementara itu, dicopotnya Andi Widjajanto dari posisi Sekretaris Kabinet (Seskab) dinilai ikut menguntungkan PDIP. Alasannya, meskipun Andi bukan dari internal PDIP namun keberadaan Andi Widjajanto selama ini di Seskab dianggap menjadi penghalang komunikasi antara DPIP dengan Jokowi selaku presiden.
Baca: Jokowi Lantik 6 Menteri dengan 2 Keppres.
Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat Indonesia untuk Demokrasi (Sigma) Said Salahudin menyebutkan empat kemenangan politik yang diraih PDIP.
Pertama adalah, masuknya politikus senior PDIP Pramono Anung menambah jumlah kader partai pimpinan Megawati Soekarno putri itu di kabinet Jokowi.
"Kemenangan politik Mega terlihat hanya satu saja, yakni bertambahnya kursi PDIP di kabinet. Tapi sesungguhnya Mega menyabet empat keuntungan politik sekaligus," kata Said kepada Sindonews, Kamis (13/8/2015).
Keuntungan politik berikutnya PDIP adalah selamatnya Puan Maharani dari reshuffle kabinet yang dilakukan Jokowi. Padahal, kata dia kinerja putri dari Megawati itu sebagai Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) tidak baik.
Dia menambahkan, selamatnya Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly dari reshuffle menambah keuntungan untuk PDIP. Padahal, kata dia, Yasonna Hamonangan Laoly berada di peringkat teratas yang patut digant. "Padahal publik sudah mendorong agar Yasonna segera dicopot dari jabatannya," ucapnya.
Sementara itu, dicopotnya Andi Widjajanto dari posisi Sekretaris Kabinet (Seskab) dinilai ikut menguntungkan PDIP. Alasannya, meskipun Andi bukan dari internal PDIP namun keberadaan Andi Widjajanto selama ini di Seskab dianggap menjadi penghalang komunikasi antara DPIP dengan Jokowi selaku presiden.
Baca: Jokowi Lantik 6 Menteri dengan 2 Keppres.
(kur)