Revolusi Mental

Kamis, 13 Agustus 2015 - 08:12 WIB
Revolusi Mental
Revolusi Mental
A A A
M FIKRI ALY
Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Dalam sejarah Indonesia, Agustus memiliki cerita dan kenangan yang begitu kuat melekat dalam ingatan masyarakat.

Bagaimana tidak, Agustus adalah bulan kelahiran Negara Kesatuan Republik Indonesia, Agustus adalah saat memuncaknya semangat perjuangan, Agustus adalah saat para pemuda memaksa agar kemerdekaan segera diproklamasikan, Agustus adalah saat semangat, mental, keberanian, pengorbanan dan harapan bangsa Indonesia pada performa terbaiknya.

Tapi setelah hampir 70 tahun berlalu, masihkah Agustus menjadi bulan yang memiliki makna dan dimaknai oleh masyarakat Indonesia sebagaimana yang terjadi dahulu pada masa-masa awal kemerdekaan? Tentu perubahan telah terjadi di sana-sini, termasuk perubahan mental bangsa yang cenderung memburuk saat ini.

Mungkin sudah jarang sekarang kita temukan semangat bela negara layaknya para pejuang kemerdekaan, akan jarang juga kita temukan orang yang tulus mengabdi pada negeri. Tidak sulit membuktikan hal tersebut, dengan mengamati prilaku di sekitar kita maka akan dihasilkan kesimpulan yang senada.

Pembangunan yang efektif dan efisien juga tidak mungkin dicapai jika mental masyarakat umumnya dan para pemimpin khususnya masih mementingkan diri sendiri dan pragmatisme menjadi petunjuk tata prilaku masyarakat.

Pembangunan fisik tidak mungkin terjadi tanpa didahului oleh pembangunan mental, semakin kuat dan baik mental suatu bangsa maka semakin nyata hasilnya bagi pembangunan. tapi jika kepentingan pribadi yang diutamakan maka ide-ide positif akan terbelenggu, kritik yang membangun akan tertolak, kebijakan hanya menguntungkan sebagian masyarakat dan efektivitas pembangunan akan terganggu, pembangunan mental mutlak diperlukan bagi keberhasilan pembangunan yang lain.

Tanggal 17 Agustus sebagai momentum memperingati kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus menjadi sebuah stimulus untuk perubahan mental bangsa yang lebih baik. Sudah cukup nafsu pribadi dan kepentingan-kepentingan golongan menjadi benalu penghambat pembangunan, sudah cukup rakyat dibodohi dan menjadi korban para penguasa.

Harus kita sadari bahwa pembangunan dan kemajuan bangsa ini tidak cukup hanya dengan kekayaan alam, masyarakat yang pintar dan berpendidikan tinggi tapi pembangunan dan kemajuan utamanya ada dalam niat-niat baik kita, dalam tekad kita dan mental kita.

Sungguh, saat ini perjuangan dalam konteks bernegara tidak harus kita berkorban nyawa atau harta, yang lebih penting kini adalah kejujuran, komitmen dan mental yang tangguh untuk mengelola sumber-sumber daya yang tersedia di alam Indonesia yang sangat kaya.

Semoga Agustus ini menjadi bulan perubahan mental bangsa yang mengawali perubahan seluruh aspek pembangunan Indonesia ke arah yang lebih baik dan menjadikan Indonesia negara yang bermartabat, kuat, berdaulat, adil makmur dan sejahtera.
(bbg)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Penampakan Koper Berisi...
Penampakan Koper Berisi Emas Disita Polisi usai Geledah Rumah di Bogor
Nurul Arifin Sebut Riset...
Nurul Arifin Sebut Riset SSI Bukti Bahlil Berhasil Terjemahkan Visi Prabowo ke Publik
Tiba PN Jaktim Jelang...
Tiba PN Jaktim Jelang Sidang Eksepsi, Dokter Tifa: Kami Siapkan 37 Halaman Nota Perlawanan
Bangun Pendidikan Hukum,...
Bangun Pendidikan Hukum, Peradi Profesional Gandeng 112 PTN dan PTS se- Indonesia
Geledah Rumah di Sentul...
Geledah Rumah di Sentul Terkait 3 Kasus Korupsi, Polisi Sita Emas dan Uang Hampir Setengah Triliun
TNI Buka Suara soal...
TNI Buka Suara soal Pengamanan Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah, Tegaskan Atas Permintaan Kejaksaan
Infografis
Joe Biden Secara Mental...
Joe Biden Secara Mental Tak Layak Miliki Kode Serangan Nuklir AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved