DPR Berharap Jokowi Angkat Isu Pertahanan di Pidato Kenegaraan
Kamis, 13 Agustus 2015 - 01:37 WIB
DPR Berharap Jokowi Angkat Isu Pertahanan di Pidato Kenegaraan
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menyampaikan pidato kenegaraan dalam sidang tahunan DPR, MPR dan DPD. Rencananya Jokowi akan menyampaikan laporan kinerja lembaga negara.
Wakil Ketua Komisi I DPR Syaifullah Tamliha berharap, masalah pertahanan negara menjadi salah satu isu penting yang harus dibahas dalam pidato kenegaraan presiden.
Misalnya, kata dia, seperti membuat pangkalan militer di Papua. Menurutnya, sumber daya alam (SDA) yang ada di Papua melimpah dengan jumlah penduduk yang sedikit.
"Itu (tentara Papua) lebih baik dipelihara daripada menempatkan tentara di Pulau Jawa yang miskin SDA, akibatnya tentara banyak yang gemuk," ujar Tamliha di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2015).
Menurutnya politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), perlu ada latihan militer di Papua. Hal itu dilakukan bukan untuk melanggar HAM, namun untuk menjaga kedaulatan.
"Saya yakin Jokowi bukan seperti SBY (Susilo Bambang Yudhoyono presiden Indonesia ke-6) yang mau mendiskusi menyiapkan pidato berhari hari dan latihan berhari-hari. Saya berharap Jokowi mengangkat isu sensitif," ucapnya.
PILIHAN:
Wiranto Yakin Reshuffle Berdasarkan Analisis Tajam Jokowi
KPK Imbau 6 Menteri Baru Segera Serahkan LHKPN
Wakil Ketua Komisi I DPR Syaifullah Tamliha berharap, masalah pertahanan negara menjadi salah satu isu penting yang harus dibahas dalam pidato kenegaraan presiden.
Misalnya, kata dia, seperti membuat pangkalan militer di Papua. Menurutnya, sumber daya alam (SDA) yang ada di Papua melimpah dengan jumlah penduduk yang sedikit.
"Itu (tentara Papua) lebih baik dipelihara daripada menempatkan tentara di Pulau Jawa yang miskin SDA, akibatnya tentara banyak yang gemuk," ujar Tamliha di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2015).
Menurutnya politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), perlu ada latihan militer di Papua. Hal itu dilakukan bukan untuk melanggar HAM, namun untuk menjaga kedaulatan.
"Saya yakin Jokowi bukan seperti SBY (Susilo Bambang Yudhoyono presiden Indonesia ke-6) yang mau mendiskusi menyiapkan pidato berhari hari dan latihan berhari-hari. Saya berharap Jokowi mengangkat isu sensitif," ucapnya.
PILIHAN:
Wiranto Yakin Reshuffle Berdasarkan Analisis Tajam Jokowi
KPK Imbau 6 Menteri Baru Segera Serahkan LHKPN
(kri)